Senin, 19 April 2021 16:47

Pembelajaran Tatap Muka Dimulai Januari 2021, ​Pemprov Jatim Matangkan Detailplan

Selasa, 24 November 2020 09:41 WIB
Editor: MMA
Pembelajaran Tatap Muka Dimulai Januari 2021, ​Pemprov Jatim Matangkan Detailplan
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberi sambutan dalam acara Peringatan Hari Guru di Islamic Center, Senin (23/11). foto: ist/ bangsaonline.com

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa Pemprov Jawa Timur sedang mematangkan detailplan teknis pembelajaran tatap muka di sekolah yang akan dimulai pada Januari 2021 mendatang.

Gubernur perempuan pertama Jawa Timur ingin memastikan bahwa dibukanya kembali sekolah secara menyeluruh, secara teknis menjamin keamanan bagi para siswa dan guru. Ia ingin pembelajaran di sekolah di tengah pandemi tetap aman bagi siswa dan guru dan kegiatan belajar mengajar bisa dimaksimalkan.

Penyiapan ini selaras dengan pernyataan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI yang menyebut bahwa pembelajaran tatap muka sudah mulai diizinkan mulai Januari 2021 mendatang.

"Kita berharap persiapan untuk bisa melakukan proses belajar yang lebih masif, sedang kita maksimalkan. Mendikbud memberikan gambaran awal 2021 belajar tatap muka akan sudah dimulai, maka sekarang kita sudah mulai siap-siap semuanya. Seperti luasan ruang belajar, tempat cuci tangan yang cukup sesuai kapasitas, lamanya proses belajar di sekolah, teknis pengawalan protokol kesehatan di semua lini dan sebagainya harus dipastikan siap mengingat kemampuan masing-masing sekolah tidak sama," kata Gubernur Khofifah, dalam wawancara media usai menghadiri Peringatan Hari Guru di Islamic Center, Senin (23/11).

BACA JUGA : 

Gubernur Khofifah Letakkan Batu Pertama Pembangunan Rumah Korban Gempa di Jogomulyan

​Bersama Forkopimda, Gubernur Khofifah Berangkatkan Bantuan ke NTT

Millennials Puas dengan Kinerja Gubernur dan Wagub Jatim

​Gubernur Khofifah Naik Motor 4 Km, Tinjau Korban Gempa di Lumajang

Langkah pertama yang dilakukan adalah menyiapkan sekolah. Sekolah yang akan digunakan siswa untuk belajar tatap muka harus seluruhnya disemprot desinfektan. Jarak bangku di kelas. Semua komunitas di sekolah wajib Bermasker dan standart protkes lainnya harus dipatuhi.

Kemudian kondisi kelas juga diatur agar tempat duduk siswa menerapkan physical distancing dengan jarak minimal 1 meter. Bahkan, jika memungkinkan bagi sekolah yang memiliki aula, bisa digunakan nantinya sebagai ruang kelas sementara.

Meski begitu, Khofifah menegaskan, jika Januari 2021 nanti sekolah kembali dibuka untuk pembelajaran tatap muka, maka tidak berarti seluruh siswa masuk kelas di saat yang sama. Regulasinya akan kita detailkan dengan musyawarah yang melibatkan MKKS dan perwakilan kepala sekolah serta wali murid. Tahap awal mungkin masih harus menerapkan sistem sekolah hybrid dengan porsi yang akan disesuaikan.

Maksudnya, meski ada sebagian siswa yang sudah boleh sekolah tatap muka, sebagian yang lain bisa melakukan sekolah secara daring dari rumah secara bergantian.

"Sekolah tatap muka juga akan dilakukan dengan kondisi jam belajar yang belum full, kantin belum buka, dan jam belajar tanpa istirahat. Pentahapan tetap dilakukan sampai benar- benar zona hijau semua," tegasnya.

Sistem teknis sebelum belajar tatap muka di sekolah dimulai itu kini sedang dimatangkan. Sehingga orang tua juga tidak perlu khawatir karena dalam kelas tidak otomatis langsung dibuat penuh siswa. Melainkan separo siswa tetap sekolah daring, sampai dilihat seluruh sistem yang diterapkan dalam kurikulum bisa dilaksanakan dengan cara yang komprehensif.

"Jadi untuk Januari 2021 nanti, kita minta semua dihitung, kelas dengan diisi siswa berjarak satu meter itu muat berapa, lalu satu hari sekolah berapa jam, tanpa istirahat, siswa bawa makanan dari rumah. Ini semua harus dihitung kembali sehingga Januari kita sudah punya detailplan," kata Khofifah.

Lebih lanjut Gubernur Khofifah menegaskan, bahwa selama masa pandemi covid-19 yang signifikan terdampak adalah kegiatan belajar mengajar.

Ia mengapresiasi bahwa justru di tengah pandemi, banyak prestasi yang diraih Jawa Timur. Sebut saja prestasi yang membanggakan yang baru saja diraih Jatim adalah Juara Umum Kompetisi Sains Nasional.

Hal tersebut tak lepas dari peran guru yang terus membimbing siswa Jatim untuk terus berprestasi di berbagai level.

“Alhamduillah, dalam kondisi seperti ini, anak-anak kita siswa-siswi di Jawa Timur, bisa mengukirkan prestasi terbaiknya, salah satunya yang ditunjukkan berupa Provinsi Jawa Timur menjadi juara umum pada ajang Kompetisi Sains Nasional (KSN) tahun 2020,” kata Khofifah.

Perolehan 70 medali yang terdiri dari 19 medali emas, 24 perak, dan 27 perunggu, telah mewujudkan mimpi dunia pendidikan Jawa Timur untuk menjadi juara umum KSN setelah menunggu 18 tahun sejak aktif mengikuti kompetisi tersebut mulai tahun 2002.

Tentu saja prestasi sebagai juara umum KSN 2020 ini bukanlah satu- satunya prestasi yang diukir oleh siswa siswi Jatim, masih ada ratusan prestasi berskala nasional dan internasional yang telah diraih selama tahun 2020 ini.

“Saya meyakini sepenuhnya, bahwa prestasi anak-anak kita tersebut berkat bimbingan dan asuhan para guru yang dengan penuh dedikasi mendapingi anak didiknya sehingga mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam berbagai kompetisi,” tambah Khofifah.

Selain harus berjibaku dengan berbagai dampak dari Pandemi Covid-19 ini, pendidikan di Jawa Timur juga dihadapkan pada permasalahan pendidikan yang harus terus dicarikan upaya solutifnya.

Ia menyebutkan ada beberapa PR besar pendidikan di Jawa Timur. Pertama adalah Percepatan capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Timur, yang sampai saat ini masih rangking 15 Nasional dengan nilai 71,50.

Kemudian juga masih tingginya disparitas (kesenjangan) kualitas pendidikan antar daerah dan antar lembaga, terutama dalam hal pemenuhan standar-standar pendidikan yang telah ditetapkan secara nasional.

“Kondisi ini akan sangat mempengaruhi kualitas lulusan dari masing-masing daerah/lembaga,” tegasnya.

Selain itu juga adanya masalah belum optimalnya kualitas, kuantitas dan sebaran tenaga pendidik/guru, serta belum optimalnya angka partisipasi pendidikan khusus dan layanan khusus untuk anak penyandang disabilitas.

Serta yang tak ketinggalan adalah angka siswa melanjutkan ke perguruan tinggi masih rendah. Baru sekitar 32,3 % untuk lulusan SMA, dan 20% untuk SMK yang melanjutkan ke Perguruan Tinggi.

Oleh karena itu melalui misi Jatim Cerdas yang merupakan bagian dari Nawa Bhakti Satya, Pemerintah Provinsi Jawa Timur memiliki komitmen yang tinggi terhadap pembangunan pendidikan ini.

Dalam RAPBD Tahun 2021, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah merencanakan anggaran sebesar Rp11,868 triliun untuk membiayai sektor pendidikan.

Itu artinya setara 51,74 persen anggaran akan digunakan untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di Jawa Timur.

Tentu saja didalamnya termasuk peningkatan kesejahteraan para guru dan tenaga kependidikan, khususnya untuk 20 ribu lebih Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) serta pengembangan kompetensi guru sesuai dengan tuntutan jaman.

“Oleh karena itu, saya mohon dengan hormat kepada seluruh guru di seluruh penjuru Jawa Timur, untuk berseiring, menata niat, membulatkan tekat dan membangun semangat dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Jawa Timur. Karena masa depan Jawa Timur berada ditangan anak didik kita. Selamat Hari Guru Nasional 2020, Bangkitkan Semangat Mewujudkan Merdeka Belajar,” pungkas Gubernur Khofifah.

Teh Panas Rp 5.000, Teh Dingin Rp 10.000, Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan (7)
Minggu, 18 April 2021 22:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com –Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan kali ini M Mas’ud Adnan – sang narator - mereview tentang orang Madura yang tiba-tiba haus. Ia pun pergi ke warung di pinggir jalan. Ia membeli teh. Di warung itu semua barang yang ...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Senin, 19 April 2021 05:29 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Dua guru besar ini punya integritas dan reputasi tinggi di bidangnya masing-masing. Nah, Dahlan Iskan kali ini tak banyak menulis. Tapi menurunkan pandangan dua profesor yang dua-duanya kontra dan kritis terhadap Vaksin...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Minggu, 18 April 2021 12:17 WIB
Memasuki Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)...