“Pesertanya dari Bogo, Pagu, Plosoklaten, Kayen Kidul, Papar, Wates, dan ibu-ibu anggota paguyuban wong Kediri, dan grup desa,” kata Rina kepada wartawan, Sabtu (17/10).
Dalam pelatihan tersebut, diajarkan sejumlah materi mulai pengenalan bahan baku, menunjukkan peralatan dan takaran yang diperlukan dalam proses produksi, pembersihan bahan baku, langkah-langkah pembuatan minuman, sekaligus secara langsung mempraktekkan pembuatan minuman, dan proses pengemasan. Selain itu, Rinawati juga berbagi tentang materi pemasaran yang membahas tentang packaging, logo, dan pemasaran.

Diharapkan dengan pelatihan tersebut dapat meningkatkan motivasi dan semangat ibu rumah tangga dalam meningkatkan ekonomi keluarga, dan terbentuk kelompok usaha dalam bidang pengolahan rimpang dan bunga rosela. Karena jika dipasarkan sebagai produk olahan, maka akan mempunyai nilai jual yang tinggi.










