KPM Evaluasi Kinerja BPWS, Ketua Koordinator: Dampaknya Kurang Signifikan Bagi Kawasan Madura

KPM Evaluasi Kinerja BPWS, Ketua Koordinator: Dampaknya Kurang Signifikan Bagi Kawasan Madura H. Musawwir (kanan), Ketua Koordinator Kaukus Parlemen Madura dan Agus Wahyudi (kiri), Plt. Deputi Bidan Perencanaan BPWS saat audiensi di Gedung BPWS Surabaya, Kamis (16/7/2020). (foto: ist).

BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Kinerja (Badan Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura) terhadap pengembangan infrastruktur dan SDM di Pulau Madura, mendapat sorotan dari Kaukus Parlemen Madura (KPM).

Ketua Koordinator KPM, H. Musawwir mengungkapkan hasil evaluasinya selama 11 tahun sejak dibentuknya pada tahun 2008 silam.

Menurutnya, tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap pengembangan konektivitas infrastruktur pada kawasan Madura serta peningkatan SDM Madura, sesuai amanat dalam Perpres Nomor 27 Tahun 2008.

"Kedatangan KPM ke dalam rangka evaluasi agar dapat bekerja lebih maksimal, selama 11 tahun ini banyak persoalan yang menghambat kinerja , baik faktor eksternal ataupun internal sendiri," paparnya saat audiensi dengan Manajemen , Kamis (16/7/2020).

Dia menjelaskan, ada empat hal yang menjadi evaluasi KPM. Pertama, sebagai badan pelaksana belum mampu bergandengan mesra dengan empat pemimpin kepala daerah di Madura. Lemahnya harmonisasi dengan eksekutif menjadi akar tidak maksimalnya rencana kerja prioritas Badan Pelaksana Badan Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura (BP-).

Kedua, transparansi yang setengah hati, kurangnya keterbukaan pelaksanaan program kegiatan, serta lemahnya sinergitas. "Seharusnya sejak awal kegiatan sudah dibangun duduk bareng sampai selesai, jangan sampai hanya disodorkan di akhirnya. Artinya, sejak perencanaan sampai eksekusi harus duduk satu meja," ujarnya.

"Sebut saja proyek Tanean Lanjang yang menghabiskan dana Rp800 miliar. Sampai saat ini belum memberikan sentuhan kesejahteraan bagi masyarakat Bangkalan khususnya. Sejak selesai akhir 2019, hanya kios-kios yang berdiri, tidak memberikan dampak apa-apa. Naifnya, anggaran perawatan yang keluar," ungkapnya.

Klik Berita Selanjutnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Diduga Patah As Roda Depan, Mobil Terbalik di Jembatan Suramadu':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO