Jawaban:
Nasehat dari teman Saudara itu sudah baik dan sesuai dengan anjuran agama agar menutup aib sebisa mungkin. Kesalahan di masa lalu itu tidak perlu diungkap kembali atau bahkan diceritakan. Cukup Saudara bertaubat kepada Allah dan memperbaiki amal kebaikan. Bahkan sebagian ulama berpandangan, jika ditanya apakah pernah melakukan kemaksiatan A, jawaban yang harus dikatakan adalah “tidak pernah”, sambil berusaha menutupi kemaksiatan itu dengan amal kebaikan. Kecuali terkait dengan hak adami dan itu ditanyakan di pengadilan, cukup di situ saja.
Allah berfirman, “Sesungguhnya kebaikan itu menghapuskan keburukan (kemaksiatan”. (Qs. Hud: 114). Artinya, kemaksiatan-kemasiatan yang sudah pernah dilakukan, lakukan saja tobat yang benar dan menutupinya dengan memperbanyak amal kebaikan.
Abu Hurairah melaporkan bahwa Rasul bersabda: “Semua umatku itu akan mendapatkan ampunan, kecuali mereka yang terang-terangan (dalam bermaksiat). Di antara perbuatan yang terang-terangan adalah orang yang di malam hari bermaksiat, sehingga Allah menutupinya sehingga tidak ada orang yang tau, tapi ia di pagi harinya bercerita kepada teman-temannya, semalam aku melakukan maksiat ini dan itu. Padahal di malam hari sudah ditutupi oleh Allah, di pagi harinya ia buka sendiri dengan cerita”. (Hr. Bukhari: 6069)










