Sabtu, 08 Agustus 2020 12:45

​Separuh Masyarakat Madura Miskin, Empat Bupati Diminta Tak Andalkan Pertanian dan Pegawai Negeri

Jumat, 19 Juni 2020 13:09 WIB
Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: Ahmad Fauzi
​Separuh Masyarakat Madura Miskin, Empat Bupati Diminta Tak Andalkan Pertanian dan Pegawai Negeri
Prof. Dr. Didik J. Rachbini, Ekonom dan Akademisi asal Pamekasan Madura.

BANGKALAN, BANGSAONELINE.com - Separuh masyarakat pulau Madura masih hidup dalam kemiskinan. Ironisnya, APBD keempat daerah di Madura tidak akan sanggup untuk mengentaskan kemiskinan yang ada di pulau Madura. Hal itu dikatakan Prof. Dr. Didik J. Rachbini, Ekonom dan Akademisi asal Madura.

Lebih detail, Didik meminta agar Bupati di empat Kabupaten Madura melakukan komunikasi intensif ke pemerintah pusat agar kucuran dana bertambah, selain menjaring investor. Menurutnya, para pemimpin Madura perlu secara intensif melakukan komunikasi terhadap para pemengang kekuasaan di pusat. Di samping menggaet para investor.

"Membangun Madura tidak cukup dengan mengandalkan APBD saja," jelas Didik yang juga pakar ekonom Indonesia ini, akhir pekan lalu.

Bahkan, Prof. Didik menyentil langsung Wakil Bupati Bangkalan Drs. Mohni, M.M. yang saat itu ikut diskusi Webinar "Membangun Madura Pasca Pandemi" yang digagas mahasiswa IPB. Ia mengungkapkan, investor yang mau masuk ke Madura sulit sekali karena faktor kemanan yang belum terjamin.

"Masih banyaknya bandit-bandit, selain persoalan karakter, persoalan masyarakat, termasuk persoalan pemimpin. Jika ingin keluar dari kemiskinan, pemimpin harusnya mendorong para investor masuk ke Madura, bagaimana mereka mau menanamkan investasinya. Bahkan saat ini berbanding berbalik, banyak investor hengkang," ujar Didik.

Didik menjelaskan, angka kemiskinan warga Madura masih sangat tajam, terutama Kabupaten Bangkalan dan Sampang. Kalau menggunakan parameter Bank Dunia, hampir separuh warga Madura miskin. Warga Madura sepuluh kali lebih miskin dari masyarakat Bali. Padahal kemiskinan warga Bali sangat rendah di antara provinsi lain di Indonesia.

Ekonom asal Pamekasan ini menegaskan, membangun Madura tidak cukup dengan APBD saja atau mengandalkan pertanian serta pegawai negeri. Para Bupati harus bisa mendorong tumbuhnya bisnis di Madura. Perdagangan di Madura harus mengeliat. Bidang usaha harus lancar.

"Bukti nyatanya ialah, di ujung jembatan Suramadu masih banyak lahan tidur. Tanah di dibiarkan begitu saja. Harusnya sudah terbangun gedung-gedung tinggi. Investor rebutan untuk berinvestasi di sepanjang jalan tersebut, seperti di jembatan Golden Gate San Fransisco," paparnya.

Sementara Prof. Hairil Anwar Notodiputro, dosen IPB asal Desa Kelbung Kecamatan Sepuluh Bangkalan mengatakan, tingkat kemiskinan di Madura juga dipengaruhi rendahnya Indeks Pembangunan Madura (IPM). Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Madura hanya 61-65, di Jawa Timur 70.77 sedang Nasional 71.39. Karena IPM rendah, maka kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) juga rendah.

"SDM berkualitas akan memberikan efek ganda terhadap pembangunan yang akan dapat meningkatkan kesejehteraan. Pemda, Perguruan Tinggi, dan Bisnis bisa kerja sama meningkatkan SDM Madura dengan meningkatkan pendidikan keluarga, pendidikan informal yang lebih adaptif, serta pendidikan formal yang lebih memberikan pendidikan karakter," kata Prof. Hairil Anwar N. Ph.D bidang Statistika dari Macquarie Universitas Australia. (uzi/ns)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 24 Juli 2020 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kreatif. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan apa yang sudah dilakukan oleh Pemkot Surabaya dalam usahanya mempercantik kawasan Ekowisata Mangrove Medokan Sawah. Betapa tidak, dari sejumlah barang-barang bekas, sepe...
Kamis, 06 Agustus 2020 20:34 WIB
Oleh: Prof Dr Rochmat WahabPada hakekatnya manusia bermula dari lahir, tumbuh dan berkembang mencapai puncak, menurun dan berakhir dengan wafat. Inilah sunnatullah, normalnya manusia, walau pada prakteknya ada juga yang dipanggil Allah SWT, s...
Minggu, 02 Agustus 2020 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...