Wali Kota Risma bersama Sestama BIN Komjen Pol Bambang Sunarwibowo ikut memantau langsung jalannya rapid test di daerah Jalan Gresik PPI, Kecamatan Krembangan Surabaya, Sabtu (30/5). foto: ist
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Pemkot Surabaya bersama Badan Intelijen Negara (BIN) terus gencar melakukan rapid test dan swab gratis di sejumlah wilayah di Kota Pahlawan. Kali ini, tes massal tersebut diselenggarakan di daerah Jalan Gresik PPI, Kecamatan Krembangan Surabaya, Sabtu (30/5).
Dalam kesempatan itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bersama Sekretaris Utama (Sestama) BIN Komjen Pol Bambang Sunarwibowo ikut memantau langsung jalannya tes tersebut. Nantinya, jika terdapat warga yang hasil rapid test-nya reaktif, maka tahap berikutnya langsung dilakukan swab test di lokasi dengan menggunakan unit mobile laboratorium PCR milik BIN.
BACA JUGA:
- Surabaya Jalankan Pilot Project Perlinsos Digital, Libatkan Lebih dari 12 Ribu Agen Pendamping
- Dishub Evaluasi Sopir Suroboyo Bus dan Wira-Wiri, Siapkan Sistem Penilaian Penumpang
- Cegah Manipulasi Alamat di SPMB 2026/2027, Surabaya Perkuat Validasi Domisili lewat Cek In Warga
- Dishub Surabaya Siapkan Tombol Penilaian Sopir Suroboyo Bus dan Wira-Wiri
Risma mengatakan tes massal bersama BIN ini adalah hari kedua setelah kemarin berlangsung di halaman Gedung Siola. Selain itu, ia menjelaskan jika hasil dari swab ada warga yang terkonfirmasi, maka pihaknya akan membawa warga tersebut ke Asrama Haji, dengan catatan pasien tersebut tanpa gejala.
“Namun jika yang terkonfirmasi itu ada gejala atau keluhan, maka langsung kita arahkan ke rumah sakit,” kata dia.
Ia juga memaparkan, hasil rapid test dan swab massal yang dilakukan di halaman Gedung Siola kemarin, sekitar 7-8 orang hasil swab-nya positif. Oleh karena itu, dinas terkait membawa pasien tersebut ke Hotel Asrama Haji.
“Kita juga menyiapkan rumah sakit jika pasien memang memiliki gejala. Ada Rumah Sakit Husada Utama, RS Siloam, dr. Sowandhie, dan BDH,” ungkapnya.
Tidak hanya itu, ia menyebut saat ini Hotel Asrama Haji masih siap menampung 107 orang dari kapasitas keseluruhan 359. Kemudian untuk RS Siloam berkapasitas sekitar 60 bed. Sedangkan untuk RS BDH sedikitnya ada 162 bed. “Kita punya bed kosong kurang lebih 260 orang di Husada Utama,” tegasnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




