Selasa, 14 Juli 2020 22:21

Tanya Jawab Islam: Bau Masakan Siang Hari Menyebar ke Tetangga?

Rabu, 13 Mei 2020 11:23 WIB
Editor: Abdurrahman Ubaidah
Tanya Jawab Islam: Bau Masakan Siang Hari Menyebar ke Tetangga?
Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.

>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<<

Tanya:

Assalamualaikum ustadz, saya seorang ibu dengan anak berumur 15 bulan. Saya tetap memasak makanan untuk anak saya di bulan puasa ini 3 kali sehari. Apakah bau masakan saya pas tengah hari di bulan puasa membuat saya berdosa kepada tetangga sekitar yang sedang berpuasa? Apakah hal ini membuat saya tidak beradab kepada tetangga sekitar? Karena mungkin telah membuat tetangga sekitar tergoda untuk buka puasa saat mencium bau masakan saya di tengah hari? Terimakasih atas jawabannya ustadz. (Yuana Nadia yuan.nadia@gmail.com)

Jawab;

Hukum memasak makanan di siang hari atau di sore hari itu mubah (boleh-boleh saja). Artinya tidak ada teks al-Quran dan hadis yang melarang atau memerintahkan untuk memasak di siang atau sore di bulan suci Ramadan.

Apalagi Ibu sedang memiliki anak yang masih berumur 15 bulan. Artinya Ibu –boleh jadi- wajib memberikan asupan makanan kepada anak Ibu di siang Ramadan itu. Jika kondisinya seperti ini, hukum Ibu memasak pada saat itu menjadi wajib.

Sebab jika Ibu tidak memasak makanan, anak Ibu boleh jadi tidak bisa makan sebab hampir seluruh toko dan warung di siang hari. Maka, Ibu harus memasak agar anak Ibu tetap bisa makan. Sebab anak kecil masih belum terkena beban kewaajiban berpuasa.

Adapun bau masakan yang sampai kepada tetangga itu tidak haram hukumnya. Artinya bau makanan yang tercium di siang hari ramadhan itu boleh-boleh saja, apalagi masakan ini hanya untuk asupan anak kecil. Tetangga pun juga akan mengerti Ibu memasak hanya untuk anak Ibu yang masih kecil.

Bau masakan yang dilarang sampai kepada tetangga adalah bau masakan yang sampai kepada tetangga yang tidak punya makanan alias kelaparan, sehingga menambah sakit hari tetangga itu. Jika ia tidak dibagi masakan itu akan membuat tambahnya sakit hati. Inilah yang diharamkan dan dilarang.

Abu Hurairah pernah melaporkan sebuah hadis yang berbunyi:

قالوا: يا رسولَ اللهِ، ما حَقُّ الجِوارِ؟ قال: إنْ دعاكَ أجَبتَه، وإنِ استَعانَكَ أعَنتَه، ولا تُؤذِه بقُتارِ قِدْرِكَ؛ إلَّا أنْ تَغرِفَ له منها.

“Para sahabat bertanya, wahai Rasul apa haknya tetangga itu? Rasul menjawab: jika ia mengundangmu datangilah, jika ia minta tolong berikanlah pertolongan, jangan engkau sakiti tetanggamu dengan bau masakan dari kualimu, kecuali kamu akan memberikan makanan itu kepada tetangga”. (Hr. al-Dzahabi: Bab Huquq al-Jar: 71)

Masih banyak laporan hadis tentang hal ini dengan redaksi yang berbeda-beda. Intinya dilarang memasak sesuatu dan baunya sampai pada tetangga, sehingga tetangganya itu sakit hati karena belum bisa makan, kecuali akan diberikan juga kepada mereka.

Maka, poin pentingnya adalah jika tetangga-tetangga ibu orang yang mampu dan mapan bau makanan itu tidak menjadi dosa. Sesekali waktu sebaiknya diberi sebagai hadiah untuk mempererat tali silaturahmi.

Namun, jika tetangga-tetangga ibu itu rata-rata orang tidak mampu,maka Ibu perlu memperhatikan tidak hanya bau masakan tapi juga pastikan mereka sedang tidak dalam kekurangan makan. Wallahu a’lam.

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Jumat, 10 Juli 2020 21:04 WIB
Oleh: Ibnu Rusydi Sahara*“Sampean dari Surabaya?” Teman saya kerap menerima pertanyaan itu, manakala turun dari bus antarkota yang membawanya dari Surabaya di beberapa kota di Jawa Timur. Yang bertanya tukang ojek. Yang biasa mangkal di sep...
Senin, 13 Juli 2020 23:23 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 13 Juli 2020 22:40 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat...