Di sisi lain, Syamsul selaku RT 9 RW 4 menjelaskan kronologi terjadinya penutupan jalan tersebut. Awalnya, ia mendapatkan laporan dari masyarakat bahwa ada polisi tidur yang diduga dipasang oleh Pa'ong. Polisi tidur mengakibatkan kendaraan warga yang melintas di jalan tersebut sering tersangkut.
"Mendapatkan laporan tersebut, saya meminta saudara Pa'ong membongkar polisi tidur tersebut. Sebab biar pun hanya di tepi jalan, namun banyak yang merasa terganggu," ujarnya.
BACA JUGA:Antrean Solar Subsidi di Pamekasan Mengular hingga Badan Jalan, Sopir Keluhkan Kuota Terbatas
Syamsul mengaku pihaknya juga sudah mengundang Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk menyelesaikan masalah ini.
"Namun pihak Pa'ong belum juga membongkar polisi tidur tersebut sehingga terjadi penutupan jalan dengan batu oleh warga," ungkap Samsul.










