Penyemprotan disinfektan di wilayah Kecamatan Arosbaya menggunakan satu mobil pemadam kebakaran.
BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Tim Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kecamatan Arosbaya bersama Satpol PP Bangkalan melakukan penyemprotan 5 ribu liter disinfektan, Senin (4/5/2020) sore.
Menurut Mahrus, Camat Arosbaya, penyemprotan disinfektan menggunakan satu mobil pemadam kebakaran ini menjadi bentuk upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di wilayah Arosbaya.
BACA JUGA:
- Kemenhaj Bangkalan: Pelaksanaan Haji 2026 Sukses, Jemaah Pulang dengan Selamat
- Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Tretan Biosaka Madura Semprot Gunungan Sampah di TPS Bangkalan
- Ruang Pantomim Bangkalan Turun ke CFD, Kenalkan Seni yang Telah Ukir Prestasi Nasional
- Jemaah Haji asal Bangkalan Gelar Tasyakuran di Makkah, Bersyukur Usai Selesaikan Rangkaian Ibadah
"Kegiatan ini kami lakukan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 di Arosbaya. Apalagi saat ini status Arosbaya zona merah setelah terkonfirmasi 2 positif Covid-19," jelasnya kepada wartawan BANGSAONLINE.com.

Sasaran penyemprotan kali ini, di jalanan melingkar Arosbaya. Selain penyemprotan, selama ini pihaknya juga terus melakukan imbauan kepada masyarakat Arosbaya untuk tetap menjaga pola hidup sehat dengan rajin menjaga kebersihan dan menerapkan social distancing serta menggunakan masker jika bepergian.
Bagi warga Arosbaya yang baru datang dari pelayaran, pihaknya juga telah mengimbau untuk melakukan isolasi mandiri sesuai protap dan petunjuk yang ada.
Sementara itu, Anang Yulianto Sekretaris Satpol PP Bangkalan mengatakan pihaknya men-support program dari tim Satgas Covid-19 Arosbaya dengan melakukan sterilisasi lingkungan yang dianggap perlu. Hal ini penting guna meminimalisir angka pasien positif Covid-19 di wilayah Arosbaya.
Menurutnya, agenda seperti ini tidak bisa dilakukan hanya dengan mengandalkan pemerintah saja. Namun perlu adanya partisipasi dan kesadaran masyarakat, sehingga penyebaran virus ini segera berakhir.
"Kalau untuk wilayah pedesaan kita serahkan ke Tim Satgas Desa masing-masing. Karena pihak desa juga sudah memiliki alatnya. Namun, kami tetap terus melakukan pendampingan," pungkasnya. (ida/uzi/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




