Peta sebaran Covid-19 di Tuban.
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Marisa (24), Satu Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 asal Desa Wonosari, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan beberapa hari di RSUD Dr. R. Koesma Tuban, Kamis (23/4).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban, dr. Bambang Priyo Utomo mengatakan, sebelum ditetapkan PDP, Marisa merupakan ODP dari Bekasi, Jawa Barat. Saat itu yang bersangkutan melahirkan anaknya pada 20 April 2020. Namun, setelah proses persalinan, Marisa dan anaknya ditetapkan PDP karena memiliki pneumonia berat.
BACA JUGA:
- Lapas Tuban Gagalkan Penyelundupan 177 Butir Obat, Alur Kunjungan Bakal Diperketat
- PT Solusi Bangun Indonesia Bagikan Dividen Rp329,3 Miliar dari Laba Bersih 2025
- Gangguan Transmisi 500 kV, PLN Angkat Bicara soal Listrik Padam di Tuban hingga Lamongan
- Berawal dari Facebook, Pasangan Paruh Baya ini Resmi Menikah di Nikah Massal Tuban
"Pasien ini punya riwayat dari Bekasi," ujar Bambang.
Sementara itu, keterangan dari pihak RSUD Dr. R. Koesma Tuban, PDP asal Senori meninggal dunia sekitar pukul 14.30 WIB. Selama menjalani perawatan, pasien mengalami keluhan panas, batuk, pilek, sesak napas, dan pneumonia berat, serta tubuhnya drop.
Kendati demikian, berdasarkan hasil rapid test sebanyak 2 kali, PDP Marisa dinyatakan negatif dari corona.
"Hasil swab kita masih menunggu," ujar Direktur RSUD Dr. Koesma Tuban, dr Saiful Hadi.
Saiful menambahkan, selain Marisa, anak yang bersangkutan juga menjadi PDP. Namun, kondisi anaknya saat ini terus membaik dan terus mendapatkan perawatan intensif.
"Sedangkan, terkait pemakaman PDP dilakukan sesuai SOP pemulasaran Covid-19," pungkas Saiful. (wan/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




