EJSC diharapkan bisa menjadi salah satu spot favorit anak muda Jawa Timur untuk kongkow, berdiskusi, serta bertukar ide dan gagasan untuk menciptakan karya kreatif dan inovatif.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa optimistis East Java Super Corridor (EJSC) akan menjadi pusat kreativitas kaum millenial.
"Jangan salah, anak-anak di daerah juga memiliki kreativitas yang tinggi dan sangat potensial. Hanya saja wadah untuk mengembangkan kreativitas itu masih terbatas. Inilah yang coba dibangun Pemprov Jatim, menyediakan wadahnya," ungkap Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Jum'at (13/3).
BACA JUGA:
- Bupati Gresik Beri Piagam Apresiasi ke 26 Pelaku Ekonomi Kreatif
- Ekonomi Kreatif Malang Tembus Pasar Internasional, Ekspor ke 15 Negara
- Sosialisasi Bakesbangpol Jatim di Pamekasan: Perangi Narkoba dan Premanisme
- Prof Kiai Asep: Gubernur Khofifah Jalankan Pemerintahan Pakai Referensi, Perhitungan dan Hati-Hati
Khofifah mengatakan, EJSC ini menjadi semacam tempat bertemunya ide dan gagasan anak-anak muda. Ia ingin, lewat EJSC penerapan ekonomi kreatif di Jawa Timur dapat berkembang pesat.

Karenanya, di EJSC terdapat banyak fitur ruang kreatif yang didesain unik dan kekinian untuk memancing kreativitas. Gedung EJSC, terang Khofifah, memiliki ruang rapat, ruang sekretariat, co working space, science technopark, command center dan cafe.
EJSC, lanjut dia, saat ini dibangun di lima Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil). Yakni, Jember, Pamekasan, Bojonegoro, Malang dan Madiun. Untuk merealisasikan seluruh EJSC tersebut, Pemprov Jatim telah mengalokasikan anggaran senilai Rp3,5 miliar.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




