Herri juga berkoordinasi dan mengajak para hakim pengadilan tinggi untuk berkontribusi guna kelancaran pembangunan masjid. "Saya juga berkoordinasi dengan teman-teman para hakim tinggi di Pengadilan Tinggi Surabaya, saya sampaikan kita diberikan kesempatan menanamkan amal jariyah, dan antusias sekali teman-teman di sana. Bahkan, teman-teman hakim tinggi yang nasrani juga nyumbangnya tidak tanggung-tanggung," katanya.
"Waktu itu, pengadilan ini hanya punya mushola yang kecil di bawah sel. Jadi kalau sujud lantainya di bawah sel. Saya sangat sedih melihat itu, selain itu di sini orang mau jumatan juga susah, jauh ke mana-mana. Untuk itu saya kumpulkan teman-teman. Saya ajak bergerak untuk mendirikan masjid," tambahnya.
Kepada siapa pun yang menjabat sebagai takmir nantinya, Herri berpesan bahwa masjid ini adalah amanah. Artinya bagaimana memakmurkan masjid dengan baik. Oleh karena itu harus ada kesadaran mengabdi untuk kegiatan ibadah, harus bertanggungjawab, tidak boleh setengah-setengah dan membuat program yang baik.
Di kesempatan yang sama, mengawali sambutannya, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mempromosikan tenun Bandar kepada para undangan. "Mesti mampir ke kampung tenun Bu. Di sini ada kampung tenun yang sudah diperagakan oleh ikat Indonesia yang biasanya juga bikin bajunya Ibu Sri Mulyani," jelasnya.










