Sabtu, 31 Juli 2021 02:57

Ini Pesan Wali Kota Risma saat Nobar Film Jejak Langkah 2 Ulama

Minggu, 23 Februari 2020 23:36 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Yudi Arianto
Ini Pesan Wali Kota Risma saat Nobar Film Jejak Langkah 2 Ulama
Risma saat nobar film berjudul “Jejak Langkah 2 Ulama” yang berlangsung di Hotel Wyndham, Jalan Basuki Rahmat Surabaya, Jumat (21/2/2020) malam.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menghadiri acara Nonton bersama (nobar) film berjudul “Jejak Langkah 2 Ulama” yang berlangsung di Hotel Wyndham, Jalan Basuki Rahmat Surabaya, Jumat (21/2/2020) malam. Acara tersebut digelar dengan tujuan untuk mewujudkan rasa persatuan dan harmonisasi kedua organisasi islam, yakni Muhammadiyah dan Nahdhalatul Ulama (NU).

Sebelum pemutaran film, Wali Kota Risma menyampaikan rasa bahagianya di hadapan 500 penonton yang terdiri dari pengurus Muhammadiyah, NU, Aisyiyah, Muslimat, serta para ortomnya. Bagi dia, tidak ada yang lebih membahagiakan dibandingkan melihat perkumpulan yang guyub seperti acara ini.

“Ini mungkin yang pertama kali di Indonesia. Sekali lagi saya sangat senang sekali hari ini. Mungkin tidak ada yang lebih membahagiakan dibandingkan saya pada hari ini. Terima kasih sekali untuk semua yang menggagas ini,” kata Wali Kota Risma disela sambutannya.

Wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya itu menjelaskan, jika kedua organisasi islam yang besar ini memiliki banyak kesamaan, maka tidak perlu diperdalam perbedaannya. Bagi dia, jika semua persamaan itu sudah ada, lantas mengapa harus memperdalam perbedaan. Kalimat tersebut kerap kali diucapkan di awal sambutannya. “Saya pikir kenapa kita harus memperdalam perbedaan? Padahal banyak sekali persamaannya,” tegas dia.

BACA JUGA : 

​Milad ke-112, Muhammadiyah Miliki 163 Universitas, 340 Ponpes, 117 RS, 23 Ribu PAUD dan TK

Elipsis, Film Pendek Persembahan Astra BMW Atas Dukungan dari Pelanggan dan Fans

Gaji Guru Saja Belum Layak: NU, Muhammadiyah, dan Ekonom Tolak Keras PPN Pendidikan

Gus Ab Terpilih Kembali Sebagai Ketua PCNU Kota Kediri Secara Aklamasi

Di kesempatan yang sama, Wali Kota Risma berharap semua komponen masyarakat bersama-sama kompak dalam mengatasi permasalahan sosial yang ada. Tanpa mengedapankan perbedaan. Terutama dalam menyelamatkan anak-anak dari segala hiru pikuk permasalahan.

“Bapak ibu bayangkan, sekarang ini masalah yang terjadi pada anak itu sangat kompleks apalagi usia remaja mereka. Sebenarnya anak-anak itu lemah sekali. Sampai saya putuskan menutup lokalisasi itu adalah bagian dari menyelamatkan mereka,” paparnya.

Selain itu, ia berharap anak-anak di era saat ini lebih dirangkul dan dibekali ilmu akhlak. Seperti yang diajarkan Umar Bin Khatab saat menjadi pemimpin. “Saya yakin dengan keseimbangan ilmu agama dan akhlak, maka anak-anak kita akan menjadi luar biasa,” ungkapnya.

Selama menonton film berdurasi sekitar 2,5 jam, Wali Kota Risma yang mengenakan batik sembari melipat kedua tangannya tampak antusias sekali. Sesekali ia tertawa melihat beberapa adegan dalam film “Jejak Langkah 2 Ulama Muhammadiyah & NU” itu.

Adapun film ini menceritakan tentang dua tokoh besar umat Islam di Indonesia, yakni KH. Hasyim Asy’ari pendiri NU dan KH. Ahmad Dahlan pendiri organisasi Muhammadiyah. Film tersebut, mengangkat perjalanan dan persahabatan kedua tokoh besar saat masa remaja yang sedang belajar di pondok pesantren yang sama.

Sekretaris Muhammadiyah Kota Surabaya M. Arif An menambahkan film ini juga menceritakan secara detail bagaimana masa remaja mereka dalam yang menuntut ilmu di satu pesantren dan guru yang sama. Kemudian kedua pemuka agama ini berpisah lantaran masa studi yang sudah habis.

“Mereka juga pernah belajar di Mekkah Arab Saudi, meskipun tidak dalam waktu yang bersamaan. Itu juga ada di tayangan tersebut,” kata Cak Arif An sapaan akrabnya.

Ia menceritakan, bahwa bukti persabatan kedua tokoh ini sangat luar biasa. Terutama saat KH Ahmad Dahlan wafat. Kabar itu kemudian disampaikan oleh KH Hasyim Asy’ari melalui utusannya. Di momen itu, KH Hasyim Asy’ari mengatakan Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng, Jombang berduka.

“Beliau menyatakan Tebuireng berduka. Selama tujuh hari berturut-turut beliau berkirim doa dan tahlilan sebagai bentuk kesetiaan persabahatan dua tokoh besar ini,” tegasnya.

Nantinya, film ini akan tayang di semua sekolah dari SD-SMA yang berbasis islam di seluruh Indonesia. “Biar para pelajar dapat mengerti perjuangan para tokoh ulama ini tidak hanya dari buku saja, melainkan kemasan berbentuk film yang lebih mudah memahami,” pungas dia. (ian/rev)

Respons Keluhan Ojol Karena Terdampak Pandemi, ASC Foundation Bagikan Paket Sembako dan Uang Bensin
Kamis, 29 Juli 2021 13:40 WIB
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Muhammad Al Barra bersama Tim ASC Foundation-nya, telah menyalurkan paket sembako kepada para pedagang terdampak PPKM darurat di 12 kecamatan di Kabupaten Mojokerto. Aksi sosial ini terus dilakukan Gus Barra. Kali i...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Kamis, 15 Juli 2021 12:37 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...