Dia menambahkan, dua kategori yang gagal meraih medali emas tersebut terkendala karena robot yang dibawa dari Indonesia rusak dan terbakar. Sehingga mereka terpaksa menggunakan robot yang dipinjamkan oleh panitia.
"Robot yang kami bawa dari Indonesia rusak. Terbakar di sana. Tapi Alhamdulillah tiga kategori lainnya kami menang sehingga kami berhasil meraih juara umum," imbuhnya.
Sebelum kembali ke Ponpes, 12 santri dan satu pembimbing tim robotik Pondok Pesantren Mambaus Sholihin Desa Sumber, Kecamatan Sanankulon, Kota Blitar langsung menjalani screening atau deteksi dini penyakit di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Screening ini dilakukan untuk memastikan mereka tidak terinfeksi virus Corona.











