Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat mendampingi Wapres KH Ma'ruf Amin pada acara Rapat Kerja Nasional Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) dan Gelar Karya Santri Nusantara, di Gedung Serbaguna Pondok Pesantren Bahrul Ulum Jombang pada Kamis (23/1). foto: istimewa/ bangsaonline.com
JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mempromosikan produk hasil program One Pesantren One Product (OPOP) kepada Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin, saat melakukan kunjungan kerja pada acara Rapat Kerja Nasional Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) dan Gelar Karya Santri Nusantara, di Gedung Serbaguna Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras Jombang, Kamis (23/1/2020).
Pada kunjungan kerja kali ini Wapres Ma'ruf Amin juga didampingi Ibu Wury Ma’ruf Amin, Menteri Ketenagakerjaan RI Ida Fauziyah, Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki, dan Wakil Menteri Agama Zainut Tauchid beserta istri.
BACA JUGA:
- WFH ASN Jatim Bergeser ke Jumat Mulai Juni, Gubernur Khofifah: Ikuti Arahan Mendagri
- Pecel Masuk 10 Besar Salad Terbaik Dunia, Khofifah: Bukti Kuliner Jatim Mendunia
- Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional 2026, Gubernur Khofifah Hadir di Layanan Kegiatan Jawara
- Laksanakan Sholat Idul Adha di Al Akbar, Gubernur Khofifah Serahkan Kurban dari Presiden Prabowo

"Pada kegiatan ini kami telah mendisplay produk-produk karya pesantren yang merupakan hasil dari program OPOP," terang Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.
Khofifah menjelaskan, dalam memasuki era digital ekonomi maka produk-produk OPOP harus bisa ikut bersaing. Terlebih, saat ini telah berlangsung financial technology yang dimungkinkan ada kekhawatiran ketidakmampuan untuk menghadapinya. Untuk itu diperlukan pemikiran dan tindakan yang inovatif dan progresif.
"Hari ini, mari kita berniat melakukan lompatan ekonomi berbasis pesantren, Insyaallah dengan terus meningkatkan kemampuan, inovasi dan progresifitas maka kita bisa menembus pasar baik online maupun offline secara terukur dan berjejaring luas," tukas gubernur perempuan pertama di Jatim ini dengan optimis.
Untuk itu, Khofifah mengimbau agar semua masyarakat khususnya para santri mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan dan tantangan saat ini, utamanya dalam hal digital ekonomi. Apalagi, dalam hal perdagangan saat ini hampir semuanya dilakukan secara digital.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




