Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat mendampingi Wapres KH Ma'ruf Amin pada acara Rapat Kerja Nasional Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) dan Gelar Karya Santri Nusantara, di Gedung Serbaguna Pondok Pesantren Bahrul Ulum Jombang pada Kamis (23/1). foto: istimewa/ bangsaonline.com
JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mempromosikan produk hasil program One Pesantren One Product (OPOP) kepada Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin, saat melakukan kunjungan kerja pada acara Rapat Kerja Nasional Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) dan Gelar Karya Santri Nusantara, di Gedung Serbaguna Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras Jombang, Kamis (23/1/2020).
Pada kunjungan kerja kali ini Wapres Ma'ruf Amin juga didampingi Ibu Wury Ma’ruf Amin, Menteri Ketenagakerjaan RI Ida Fauziyah, Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki, dan Wakil Menteri Agama Zainut Tauchid beserta istri.
BACA JUGA:
- Gubernur Khofifah Lantik 65 Kepala Sekolah, Minta Prestasi Pendidikan Jatim Terus Ditingkatkan
- Jawa Timur Pertahankan Prestasi Tertinggi SNBP dan SNBT 2026
- Muktamar ke-35 NU: Dari Politik Figur Menuju Politik Gagasan di Tengah Disrupsi Zaman
- Sambut Kepulangan Kloter Pertama Jemaah Haji dari Jawa Timur, Khofifah Apresiasi Layanan Imigrasi

"Pada kegiatan ini kami telah mendisplay produk-produk karya pesantren yang merupakan hasil dari program OPOP," terang Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.
Khofifah menjelaskan, dalam memasuki era digital ekonomi maka produk-produk OPOP harus bisa ikut bersaing. Terlebih, saat ini telah berlangsung financial technology yang dimungkinkan ada kekhawatiran ketidakmampuan untuk menghadapinya. Untuk itu diperlukan pemikiran dan tindakan yang inovatif dan progresif.
"Hari ini, mari kita berniat melakukan lompatan ekonomi berbasis pesantren, Insyaallah dengan terus meningkatkan kemampuan, inovasi dan progresifitas maka kita bisa menembus pasar baik online maupun offline secara terukur dan berjejaring luas," tukas gubernur perempuan pertama di Jatim ini dengan optimis.
Untuk itu, Khofifah mengimbau agar semua masyarakat khususnya para santri mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan dan tantangan saat ini, utamanya dalam hal digital ekonomi. Apalagi, dalam hal perdagangan saat ini hampir semuanya dilakukan secara digital.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




