Senin, 20 Januari 2020 20:07

Begini Cara Pemkot Surabaya Budidayakan Tabebuya

Jumat, 22 November 2019 21:22 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Yudi Arianto
Begini Cara Pemkot Surabaya Budidayakan Tabebuya
Pohon Tabebuya yang sedang berkemaran di salah satu jalan protokol.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Jauh hari sebelum Bunga Tabebuya di Surabaya viral dan banyak dikenal masyarakat, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya sebenarnya juga telah melakukan budidaya bunga Tabebuya. Bahkan, budidaya atau pembibitan itu sudah dilakukan sejak lima tahun lalu di Kebun Bibit Wonorejo, Rungkut, Surabaya.

Kepala Bidang Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan Penerangan Jalan Umum (PJU) Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Kota Surabaya, Hendri Setianto, mengungkapkan beberapa jenis Tabebuya yang dibudidayakan itu terdiri dari berbagai jenis, mulai yang berwarna Kuning, Putih, hingga Pink.

“Pembibitan ini kita upayakan untuk jangka panjang. Kalau pembibitannya sekarang, penanamaannya lima tahun mendatang,” kata Hendri, Jumat (22/11).

Proses pembibitan tanaman bunga yang instagramable ini tak sekadar untuk kebutuhan taman-taman kota, namun juga diperuntukkan masyarakat. Warga nantinya bisa mengajukan permintaan bunga tersebut ke DKRTH.

“Kalau minta, kita kasih cuma-cuma. Tapi, tak sebesar yang ditanam di pinggir-pinggir jalan. Karena masih membutuhkan waktu,” ujarnya.

Menurut Hendri, di Kebun Bibit Wonorejo yang luasnya mencapai satu hektare itu, dikembangkan proses pembibitan berbagai jenis tanaman. Dari luasan kebun bibit, area pembibitan tanaman Tabebuya menempati lahan berukuran 100 x 2 meter yang terdiri dari beberapa blok.

(Proses pembibitan pohon Tabebuya yang ditempatkan di bedeng-bedeng)

“Dari biji (Tabebuya) yang kita ambil dari tanaman yang ada di pinggir-pinggir jalan, kita bibitkan dalam blok atau bedeng. Kira-kira ada enam blok, dan tiap blok ada sekitar 1.500 bibit,” paparnya.

Hendri menyebut, dari proses pembibitan di bedeng-bedeng itu, jika tanamannya sudah berukuran 30-50 centimeter, maka proses selanjutnya akan dipindahkan ke lahan terbuka tanpa polibag di sekitar kebun bibit.

“Biar pertumbuhannya cepat. Kemudian, kita lakukan pembibitan lagi. Dari biji kering, kita semai, kalau sudah tumbuh kita ambil, kemudian dimasukkan ke polibag,” urainya.

Hendri juga menjelaskan bahwa budidaya Tabebuya yang dilakukan oleh pemkot sampai saat ini belum begitu besar. Namun begitu, sebagian telah ditanam di taman-taman kota. Sedangkan di beberapa ruas jalan, karena membutuhkan ukuran yang besar, sementara ini pemerintah kota mendatangkan dari tempat-tempat pembibitan yang ada di Kediri, Tulungagung, dan Malang.

“Pengadaan tetap ada, karena tinggi pohon di kebun bibit berkisar satu meter,” katanya.

Kepala UPTD Taman, Pramudita Yustiani menjelaskan, mulai proses pembibitan hingga pemeliharaan, pihaknya memiliki tim khusus yang berjumlah lima orang petugas. Mereka dinilai berpengalaman dalam proses pembibitan tanaman. “Pembibitan ini gencar kita lakukan, karena banyak minta, setelah melihat saat bermekaran,” paparnya.

Selama bulan November ini, tanaman Tabebuya bermekaran bunganya di sejumlah ruas jalan. Keindahkan bunga Tabebuya yang nampak di sejumlah lokasi tak jarang dijadikan spot selfie warga. Di Kota Pahlawan, terdapat sekitar tujuh ribu pohon Tabebuya. Setelah banyak ditanam di tengah kota, DKRTH memperluas penanaman di kawasan pinggiran.

Pramudita menambahkan, budidaya tanaman Tabebuya tidaklah sulit. Untuk kesuburan tanaman, DKRTH hanya menggunakan pupuk organik, di antaranya hasil pengomposan. (ian/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Senin, 20 Januari 2020 10:16 WIB
KOTA BATU, BANGSAONLINE.com - Lembah Songgoriti, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, Kota Batu tidak hanya menyimpan potensi wisata pemandian air panasnya yang sangat terkenal itu.Satu aset wisata terpendam Kota Batu yang belum tergali adal...
Senin, 13 Januari 2020 16:17 WIB
Oleh: M Mas’ud AdnanKHM Yusuf Hasyim wafat pada 14 Januari 2007. Putra Hadratussyaikh KHM Hasyim Asy'ari itu selain dikenal sebagai tokoh NU dan komandan Laskar Hizbullah juga pengasuh Pesantren Tebuireng selama 41 tahun (1965-2006). Untuk mengenan...
Senin, 20 Januari 2020 14:29 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*79. Wamina allayli fatahajjad bihi naafilatan laka ‘asaa an yab’atsaka rabbuka maqaaman mahmuudaanDan pada sebagian malam, lakukanlah salat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhan...
Kamis, 16 Januari 2020 12:56 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...