Selasa, 31 Maret 2020 16:25

Polres Gresik dan BKSDA Amankan Belasan Burung Langka Senilai Puluhan Juta Rupiah

Selasa, 08 Oktober 2019 17:19 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: M Syuhud Almanfaluty
Polres Gresik dan BKSDA Amankan Belasan Burung Langka Senilai Puluhan Juta Rupiah
Kapolres Gresik, AKBP Kusworo Wibowo saat memimpin ekspos penangkapan pelaku penjual satwa langka. foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Polres Gresik bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) berhasil mengamankan belasan satwa langka jenis burung. Belasan burung langka dilindungi ini nilainya mencapai puluhan juta rupiah.

Dalam pengungkapan kasus penyelundupan burung langka itu, Polres Gresik mengamankan tersangka Deni Agus Saputra (31), atas kepemilikan 5 ekor burung merak hijau dalam keadaan hidup.

Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo menyatakan, burung merak hijau merupakan satwa langka yang mulai sulit dijumpai. Burung yang diamankan itu disimpan sejak masih berupa telur dan ditetaskan sendiri menggunakan alat penetas ayam selama 27 hari. Lalu burung itu dipelihara pelaku hingga dewasa dan kemudian disimpan di rumah mertuanya di Gresik. 

"Satwa langka itu kami amankan dari rumah mertua tersangka. Satu burung merak hijau senilai 25 juta rupiah," ujarnya kapolres didampingi petugas BKSDA saat mengekspos tersangka dan burung langka di Mako Polres Gresik Selasa (8/10).

Menurut Kapolres, saat ini petugas tengah memburu satu orang berinisial D berstatus daftar pencarian orang (DPO). D menyuruh pegawainya Heru dan Ferdi mengirim satwa langka dari Sumatera menuju Gresik.

Burung langka itu disisipkan di dalam kandang burung yang memang diperjualbelikan untuk mengelabui petugas menggunakan mobil pikap. "Saat kita tangkap burung langka jenis Takur Api dan Tangkar Uli dibawa tersangka menuju Menganti," terangnya.

Nah, pada saat itu petugas langsung menggerebek lokasi penyimpanan burung langka di Menganti dan mengamankan  6 ekor Takur Api seharga Rp 1 juta dan 2 ekor Tangkar Uli seharga Rp 1,5 juta yang diperjualbelikan di pinggir jalan.

Akibatnya, ketiga pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan ancaman hukuman paling lama lima tahun penjara dan denda paling banyak Rp 100 juta.

"Tersangka kami jerat dengan pasal 40 ayat 2 Jo pasal 21 ayat 2 huruf a UU RI No. 5 tahun 1990, tentang konservasi sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya," pungkasnya. (hud/ian)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Sabtu, 28 Maret 2020 14:13 WIB
Oleh: M Cholil NafisSaat saya wawancara di TV atau radio banyak pertanyaan tentang hadits yang menyebutkan bahwa orang yang meninggalkan jum’atan tiga kali berturut-turut jadi keras hatinya bahkan ada yang menyebut kafir dan wajib bersyahadat kemba...
Sabtu, 28 Maret 2020 23:26 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*85. Wayas-aluunaka ‘ani alrruuhi quli alrruuhu min amri rabbii wamaa uutiitum mina al’ilmi illaa qaliilaan.Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang ruh. Katakanlah, “Ruh itu termasuk urusan Tuhanku,...
Jumat, 20 Maret 2020 00:31 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...