Senin, 21 Oktober 2019 00:31

Libatkan Talent Belanda, Hadratussyaikh Diperankan Cucunya Dalam Film Jejak Langkah 2 Ulama

Senin, 30 September 2019 12:50 WIB
Editor: Em Mas'ud Adnan
Libatkan Talent Belanda, Hadratussyaikh Diperankan Cucunya Dalam Film Jejak Langkah 2 Ulama
Salah satu adegan Film Jejak Langkah 2 Ulama saat syuting. foto: istimewa/ BANGSAONLINE.com

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Luar biasa. Itulah kata yang pantas untuk menilai Film Jejak Langkah 2 Ulama, produksi Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, kerja bareng dengan PP Muhammadiyah itu. Film ini selain digarap secara profesional juga melibatkan talent atau pemain film dari negara Belanda.

“Pemain pemeran asing Belanda diambilkan langsung dari talent Belanda,” tutur Utadz Amin Zein, Produser Film Jejak Langkah 2 Ulama itu kepada BANGSAONLINE.com, Ahad malam (29/9/2019).

Yang menarik, film yang menceritakan tentang Hadratussyaikh KH Muhamamd Hasyim Asy’ari dan KH Ahmad Dahlan ini melibatkan langsung para dzuriyah (keturunan) Hadratusstaikh sendiri. Bahkan Hadratussyaikh – panggilan warga NU kepada Kiai Hasyim Asy’ari – diperankan langsung oleh cucunya, yaitu Gus Riza Yusuf Hasyim. Gus Riza adalah putra KH. M. Yusuf Hasyim, salah seorang putra Hadratussyaikh.

(Gus Riza Yusuf Hasyim dalam peran Hadratussyaikh KHM Hasyim Asy'ari dalam film Jejak Langkah 2 Ulama. foto: istimewa/ BANGSAONLINE.com)

Peran Gus Riza ini tentu menyentuh hati. Sebab selain wajah Gus Riza mirip Hadratussyaikh juga punya titisan darah langsung dari ulama besar kakek Presiden ke-4 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu. Apalagi kehidupan sehari-hari Gus Riza memang sangat bersahaja, rendah hati alias tawadlu. Wajar jika beberapa pihak menilai muncul aura Hadratussyaikh pada diri Gus Riza.

Dzuriyah lain yang terlibat adalah Gus Fahmi Amrullah. Pengasuh Pondok Putri Pesantren Tebuireng yang banyak memberi pengajian di berbagai tempat ini adalah cucu Hadratussyaikh dari jalur Nyai Khadijah Hasyim. Gus Fahmi berperan sebagai KH Sholeh Darat, ulama besar dan populer yang menjadi guru Hadratusyyaikh dan Kiai Ahmad Dahlan.

(Gus Fahmi Amrullah (tengah) memerankan KH Sholeh Darat. Kiai Sholeh Darat adalah ulama besar yang dikenal sebagai guru Hadratussyaikh dan Kiai Ahmad Dahlan. foto: istimewa/ BANGSAONLINE.com)

Film ini memang digarap serius. Bahkan Ir KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah), pengasuh Pesantren Tebuireng, turun langsung untuk penggarapan film yang melibatkan 800 orang pemain itu. Gus Sholah bertindak sebagai Executive Producer.

Apalagi film ini bukan produksi pertama dari Pesantren Tebuireng. Sebelumnya Pesantren Tebuirang sudah memproduksi beberapa film. Antara lain berjudul Sakinah dan Binar.

Film Jejak Langkah 2 Ulama ini tampaknya bakal mendapat respons positif masyarakat. Maklum, film ini tidak hanya melibatkan para tokoh NU dan Muhamamdiyah, tapi juga menampilkan dua ulama besar dan paling bersejarah serta berpengaruh di Indonesia. Yaitu Hadratussyaikh KH Muhammad Hasyim Asy’ari dan KH Ahmad Dahlan.

Hadratussyaikh adalah pendiri organisasi keagamaan terbesar di Indonesia yaitu Nahdlatul Ulama (NU). Warga NU mencapai ratusan juta di Indonesia. Berkat perjuangannya dalam kemerdekaan Republik Indonesia, Hadratussyaikh lalu dikukuhkan sebagai pahlawan nasional oleh pemerintah RI.

Hadratussyaikh juga pendiri Pesantren Tebuireng yang kini telah berkembang menjadi 14 pondok pesantren cabang di seluruh Indonesia. Hampir semua ulama besar dan pengasuh pesantren di pulau Jawa pernah menjadi santri Hadratussyaikh. Bahkan gurunya sendiri - Syaikhona Kholil bin Abdul Latif Bangkalan - secara tawadlu’ pernah nyantri kepada Hadratussyaikh saat bulan Ramadan, yaitu ikut mengaji kitab-kitab hadits. Hadratussyaikh memang populer sebagai ulama ahli hadits, disamping ilmu-ilmu agama lainnya.

Sedang Kiai Ahmad Dahlan yang punya nama kecil Muhammad Darwisy adalah pendiri Persyarikatan Muhammadiyah. Organisasi keagamaan terbesar kedua setelah NU itu selain memiliki puluhan juta anggota juga terkenal punya aset pendidikan dan usaha (bisnis) yang cukup banyak dan besar. Seperti Hadratussyaikh, Kiai Ahmad Dahlan juga ditetapkan sebagai pahlawan nasional oleh pemerintah RI.

Lalu kapan penggarapan film Jejak Langkah 2 Ulama itu akan selesai dan bisa ditonton? Ikuti saja lanjutan tulisan ini pada edisi berikutnya. (em mas’ud adnan)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Minggu, 13 Oktober 2019 23:15 WIB
BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur memiliki wisata unik berbasis minyak dan gas bumi (Migas), tepatnya di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro.Di desa ini terdapat ratusan sumur minyak tua peninggal...
Rabu, 16 Oktober 2019 11:21 WIB
Oleh: Khariri Makmun*Fenomena semangat keberagamaan di tanah air semakin meningkat, hal itu ditandai dengan maraknya gelombang hijrah baik di kalangan artis, publik figur, maupun orang awam. Masifnya dakwah di media sosial disambut baik oleh netizen ...
Minggu, 06 Oktober 2019 22:56 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...