Ia pun berhenti jualan ayam. Ia mengajar ngaji. Ternyata peserta ngaji makin hari makin banyak. Tapi ia mengaku tak punya tempat. “Saya lalu dipinjami musholla untuk mengajar ngaji,” ungkap Darto mengisahkan awal mula hidup di bumi Cenderawasih itu.

(Para santri Pondok Pesantren Madrasatul Quran Al-Qalam Manokwari Selatan Papua Barat yang diasuh Ustadz Darto Saifudin sedang salat berjamaah. foto: istimewa/ bangsonline.com)
Ia bersama para pendiri dan jamaah dzikir serta dibantu masyarakat lalu berinisiatif mendirikan pondok pesantren. Dari sumbangan para jamaah dzikir dan beberapa masyarakat mulailah ia membangun sarana pesantren. Ia mendirikan Pondok Pesantren Madrasatul Qur’an al-Qalam di Manokwari Selatan Papua Barat.










