Warga Desa Sidoharjo, Kecamatan Senori, saat audiensi dengan perwakilan PT. BAG.
TUBAN, BANGSAONLINE.com – Warga Dusun Tapen, Desa Sidoharjo, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban memprotes adanya proyek pipanisasi milik PT Bahtera Abadi Gas (BAG) yang melintas area sekitar desa, Senin (17/6). Pasalnya, proyek pipanisasi itu dinilai merusak Jalan Usaha Tani (JUT) yang dibangun warga secara swadaya.
PT BAG merupakan anak usaha Compressed Natural Gas (CNG) yang membidangi pembangunan fasilitas pengolahan gas. Selain itu, perusahaan swasta ini juga memproses dan mengelola gas suar menjadi kondensat, Liquid Petroleum Gas (LPG), dan Lean Gas yang berasal dari Lapangan sumur Tapen Desa Sidoharjo, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban.
BACA JUGA:
- PT SBI Salurkan 24 Hewan Kurban untuk Warga Tuban pada Iduladha 2026
- Lapas Tuban Gagalkan Penyelundupan 177 Butir Obat, Alur Kunjungan Bakal Diperketat
- PT Solusi Bangun Indonesia Bagikan Dividen Rp329,3 Miliar dari Laba Bersih 2025
- Gangguan Transmisi 500 kV, PLN Angkat Bicara soal Listrik Padam di Tuban hingga Lamongan
Dalam hearing dengan pihak perusahan, warga menuntut itikad baik dari perusahan untuk membangunkan infrastruktur fisik JUT yang dilalui proyek penanaman tersebut. Panjangnya mencapai 3 ribu meter.
"Kami minta perusahaan harus membangunkan JUT untuk petani," ungkap Supriyadi, salah satu petani Desa Sidoharjo.
Supriyadi menceritakan, sebelumnya antara warga dan perusahaan telah terjadi kesepakatan, bahwa pengerjaan proyek jaringan pipa itu tidak akan melewati area persawahan produktif milik kelompok tani dan warga setempat. Namun, ternyata saat pelaksanan proyek, penanaman pipa justru terindikasi merusak JUT milik kelompok tani dan warga yang dibangun dengan sistem swadaya. Bahkan, di beberapa titik, JUT tersebut dikeruk dan dilubangi oleh pekerja dari perusahan PT BAG.

Hal inilah yang mengakibatkan warga protes keras terhadap perusahaan tersebut.
“Kalau perusahaan tidak mau menyepakati musyawarah siang ini, kita juga meminta mobil perusahaan yang mengerjakan penyambungan pipa di lokasi JUT di-pending dulu,” tetas Supriyadi.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




