Di sela-sela acara, Gubernur Khofifah mengatakan, memaknai satu syawal, biasanya terdapat tradisi untuk berhalal bihalal. Ini sebagai suatu tradisi yang khas Indonesia, kebiasaaan yang sangat baik bersilaturahmi tanpa harus saling mengenal secara individu.
“Jadi mereka bersalam-salaman. Pada saat mereka bersalam, mudah-mudahan hatinya bersalam, pikirannya bersalam sehingga akan terbangun harmony partnership yang satu dengan yang lain akan terbangun satu kehidupan yang harmoni,” ujar Gubernur perempuan pertama di Jatim.
Menurutnya, saat ini dibutuhkan harmoni dalam berpikir dan gerakan karena memang NKRI membutuhkan persatuan semua. Halal bihalal inilah bisa menjadi salah satu sarana untuk menciptakan harmoni.
“Kalau kita bersilaturahmi, tangan kita bersalam. Lalu lisan kita berucap mohon maaf lahir dan batin. Kalau lisan kita berucap mohon maaf lahir dan batin, sama-sama reciprocal mengucapkan hal yang sama, maka ada kesalingan. Saling meminta maaf dan saling memberi maaf,” katanya.









