Jumat, 23 Agustus 2019 17:06

​Tim Advokasi FPI Jatim Kunjungi 5 Tersangka Pembakaran Polsek Tambelangan Sampang

Kamis, 30 Mei 2019 15:11 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Anatasia Novarina
​Tim Advokasi FPI Jatim Kunjungi 5 Tersangka Pembakaran Polsek Tambelangan Sampang
Lima tersangka pembakar Polsek Tambelangan, Sampang, Madura, Jawa Timur.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Lima tersangka pembakar Polsek Tambelangan, Sampang, Madura, Jawa Timur mendapat kunjungan beberapa advokat di rumah tahanan Polda Jatim, Rabu (29/5) sore.

Sebelas Advokat yang tergabung dalam Tim Advokasi Bantuan Hukum Front Pembela Islam (FPI) Jawa Timur tersebut selain mengunjungi kelima tersangka, juga melakukan penandatanganan surat kuasa untuk mendampingi kelima tersangka ini.

Sebelas advokat tersebut bernama Andry Ermawan, SH; Agung Silo Widodo Basuki, SH, MH; Zainal Fandi, SH; Amirul Bahri, SH; Dade Puji Hendro Sudomo, SH; Siti Fatimah, SH; Anandyo Susetyo, SH; Dony Eko Wahyudin, SH; Dimas Aulia Rahman, SH; Abdi Mansyah, SH; dan Abdul Rochim, SH.

Andry Ermawan, ketua tim advokasi bantuan hukum FPI Jawa Timur mengatakan, proses penandatanganan dan membezuk kelima tersangka di tahanan Mapolda Jatim tersebut berlangsung singkat, hanya lima menit.

“Pertemuan kami dengan para tersangka di tahanan hanya lima menit. Singkatnya pertemuan itu karena mendekati waktu berbuka puasa. Meski waktu yang diberikan kepada kami sangat singkat, namun kami masih sempat berbincang-bincang dengan kelima tersangka dan menanyakan kabar kelimanya,” ujar Andry.

Selama menjalani penahanan di Mapolda Jatim, lanjut Andry, kelima tersangka mengaku diperlakukan sangat baik oleh pihak kepolisian. Bahkan, beberapa polisi yang menjadi penjaga tahanan, terlihat sangat akrab dengan kelima tersangka.

“Kepada kami, kelima tersangka ini mengaku baik-baik saja. Selama ditahan di tahanan Polda Jatim, para tersangka diperlakukan dengan baik, diberi makanan yang layak, dan diperlakukan sama seperti tahanan yang lain,” ungkap Andry.

Masih menurut Andry, kepada tim advokasi bantuan hukum FPI Jawa Timur, mereka juga diperbolehkan beribadah termasuk melaksanakan ibadah tarawih bersama-sama dengan para tahanan yang lain di dalam ruang tahanan, walaupun tidak di masjid.

Lalu, apa yang mendasari tim advokasi bantuan hukum FPI Jawa Timur ini menerima tawaran untuk mendampingi kelima tersangka sebagai penasehat hukum mereka? Andry mengatakan, hal itu karena adanya permintaan teman-teman dari Sampang, termasuk dari para alim ulama termasuk para kiai dan para habaib.

Selama ditahan di Rumah Tahanan Mapolda Jatim, kelima tersangka ini mengaku sangat rindu dengan keluarga, termasuk dengan anak dan istri mereka. Lebih lanjut Andry mengatakan, karena rasa rindu para tersangka akan keluarga mereka itu, tim penasehat hukum para tersangka akan berkoordinasi dengan penyidik.

“Kami akan berkoordinasi dengan penyidik, meminta izin supaya pihak keluarga para tersangka, termasuk anak dan istri mereka, diijinkan untuk menengok mereka di tahanan. Sejak penahanan mereka di pindahkan ke Polda Jatim, kelima tersangka ini tidak mengetahui kabar berita keluarga, termasuk anak dan istri. Kelima tersangka ini juga tidak pernah berkomunikasi dengan pihak keluarga,” papar Andry.

Selain akan berkoordinasi dengan penyidik terkait ijin untuk dijenguk pihak keluarga, melalui penasehat hukumnya ini, kelima tersangka juga mengajukan permohonan penangguhan penahanan.

Untuk diketahui, Mapolsek Tambelangan, Sampang dibakar sejumlah massa. Pembakaran Polsek Tambelangan tersebut terjadi Rabu, (22/5/2019) sekitar pukul 22.00 WIB. Pembakaran itu berawal dari adanya sekelompok massa yang datang secara tiba-tiba ke Mapolsek Tambelangan.

Massa selanjutnya melempari Mapolsek dengan menggunakan batu. Polisi berupaya memberikan pengertian dan melarang mereka berbuat anarkis, namun tidak diindahkan. Dalam hitungan menit, jumlah massa semakin banyak dan semakin beringas, hingga akhirnya terjadi pembakaran dengan melempar bom molotov.

Akibat dari aksi pembakaran Mapolsek Tambelangan, Sampang, Madura ini, kelima orang yang diduga sebagai pelaku, langsung diamankan polisi. Kelima orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka pembakaran Polsek Tambelangan tersebut bernama Habib Abdul Qodir Al Hadad, Hadi Mustofa, Supandi, Ali dan Sy. Hasan Achamad. Kelima tersangka ini kemudian penahanannya dipindahkan ke Rumah Tahanan Mapolda Jatim. (ana/ian)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Rabu, 21 Agustus 2019 17:27 WIB
BANGSAONLINE.com - Destinasi wisata di Indonesia tidak hanya Bali, Lombok, ataupun Jogjakarta. Masih banyak destinasi wisata lain dengan panorama yang tidak kalah indah, salah satunya adalah Lampung. Letaknya yang berada di ujung Pulau Sumate...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Senin, 19 Agustus 2019 01:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag58. wa-in min qaryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qabla yawmi alqiyaamati aw mu’adzdzibuuhaa ‘adzaaban syadiidan kaana dzaalika fii alkitaabi masthuuraanDan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduk...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...