Bedanya dengan panahan moderen Rachmat menjelaskan, yakni dari mekanismenya. Kalau panahan modern memanah dengan berdiri, sementara jemparing dengan cara duduk.
"Bedanya, pria duduk bersila, wanita duduk dengan menyerong. Dan dari sisi custom peserta wajib memakai pakai adat dan blangkon untuk pria," tambahnya.
Maksud dan tujuan dari perlombaan ini, lanjutnya, selain memeriahkan HUT RI ke-73 juga lebih memperkenalkan ke masyarakat Bangkalan khusus Madura dan Jatim umumnya.
"Kita punya olahraga warisan leluhur yang harus dibudayakan dan dilestarikan. Mengingat bahwa Madura adalah warisan dari Kerajaaan Cakraningrat, sementara Panglima Perangnya Kerajaan Mataram adalah Cakraningrat Pertama Raden Prasena (makamnya ada di Lingkungan Pemakaman Rato Ebuh Desa Buduran, Kec. Arosbaya Bangkalan Madura)," beber Rachmat.










