Suasana workshop yang diadakan Jaka Jatim. foto: Ahmad Suhaimi/ BANGSAONLINE
BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Melihat semakin maraknya kasus tindak kekerasan seksual pada anak, Senin (23/4) Jaringan Kawal Jawa Timur (Jaka Jatim) menggelar workshop dengan tema ‘Melindungi Anak dari Kekerasan Seksual dan Mengidentifikasi Anak Korban Seksual’.
Diskusi ini diikuti oleh para aktivis perempuan, Pusat Pelayanan Terpadu (PPT), Pusat Pelayanan Anak (PPA) Polres Bangkalan, serta para anggota Jaringan Kawal Jatim se-Madura.
BACA JUGA:
- Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Tretan Biosaka Madura Semprot Gunungan Sampah di TPS Bangkalan
- Ruang Pantomim Bangkalan Turun ke CFD, Kenalkan Seni yang Telah Ukir Prestasi Nasional
- Jemaah Haji asal Bangkalan Gelar Tasyakuran di Makkah, Bersyukur Usai Selesaikan Rangkaian Ibadah
- Investigasi Keracunan 84 Siswa SMAN 1 Kokop Bangkalan, Satgas MBG Ungkap Temuan ini di SPPG
Direktur Jaka Jatim Mathur Husyairi memberikan penjelasan bahwa kasus ini sudah sangat mengkhawatirkan. "Sesuai dengan data kami, sejak 2011 di Bangkalan terdapat 113 kasus. Kemudian 2016 24 kasus, dan 2017 ada 13 kasus," ungkapnya.
Berdasarkan realitas yang mengerikan ini, Nunki Suwardi bersedia datang ke Bangkalan untuk memberikan ilmunya agar masyarakat bisa mengidentifikasi, mencegah dan mengenali korban pelecehan seksual.
"Selama ini mereka tidak berani bersuara dan melaporkan. Lalu diperburuk dengan penegakan hukum yang tidak memberatkan pelaku," paparnya.
Setelah acara, Mathur berharap kepada para peserta untuk menularkan ilmunya kepada masyarakat. "Kita berharap, teman-teman bisa menyebarluaskan pengetahuan ini kepada masyarakat. Agar kasus predator terhadap anak ini bisa kita cegah bersama-sama," pungkasnya. (bkl1/rd)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




