Suasana rebutan gunungan masyarakat Desa Bogo, Kecamatan Kapas, Bojonegoro.
BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Bertepatan dengan malam Satu Suro atau tahun baru Islam 1439 Hijriyah, pemerintah Desa Bogo, Kecamatan Kapas, Bojonegoro menggelar gerebek berkah atau rebutan gunungan. Ratusan masyarakat tumpah ruah berebut sebanyak sembilan gunungan yang terbuat dari buah-buahan dan sayuran, Rabu sore (20/9).
Sebelum direbut oleh masyarakat secara ramai-ramai, sembilan gunungan itu dikirab terlebih dahulu. Tumpeng yang terbuat dari tanaman hasil panen masyarakat seperti palawija dan lainnya terlihat berjajar rapi berjalan mengelilingi jalan di sudut-sudut kampung.
BACA JUGA:
- Peringati Tahun Baru Islam, Wali Kota Pasuruan Ajak ASN Maknai Hijrah sebagai Transformasi Diri
- Warga Mojoroto Kota Kediri Buat 150 Lengkong dari Pelepah Pisang, Tradisi Jawa yang Ramah Lingkungan
- Sambut Tahun Baru 1447 H, Gubernur Khofifah Ajak Masyarakat Sholawat dan Zikir Bersama
- Libur Tahun Baru Islam, Volume Kedatangan di Stasiun Kediri Tertinggi ke-2 Setelah Madiun
Dimulai dari lapangan desa setempat, kemudian dibawa ke halaman rumah kepala desa Bogo yang berjarak sekitar 700 meter. Dengan hitungan tiga ke belakang, masyarakat langsung menyerbu gunungan tersebut. Mulai anak kecil hingga orang dewasa, laki-laki dan perempuan tumpang-tindih berebut gunungan.
"Senang sekali dengan acara ini, saya dapat buah-buahan, semoga mendapat berkah," seru salah satu ibu rumah tangga yang ikut berebut gunungan, Hartati.

Sementara itu, Kepala Desa Bogo Mursid mengungkapkan, gerebek tumpeng itu baru kali ini pertama ini diadakan. Tradisi ini digelar dalam rangka mensyukuri nikmat dan karunia Allah SWT yang telah memberikan panen padi dan palawija kepada warganya. Selain itu, juga dalam rangka menyambut malam tahun baru Islam 1439 Hijriyah.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




