Karena itu, dia akan terus menemui rakyat untuk meningkatkan elektabilitasnya. "Tentu, saya akan terus turun ke bawah. Sebagai wakil rakyat, saya sudah keliling ke daerah-daerah menemui rakyat," ujarnya.
Anggota parlemen asal daerah pemilihan Malang Raya itu menganggap masih ada waktu untuk bisa meningkatkan elektabilitas sebelum Pilkada Jatim digelar Juni 2018. Sebab, sampai sekarang masih banyak masyarakat Jatim yang belum mengetahui Pilkada Jatim akan digelar tahun depan.
"Dari yang saya amati, masih 50 persen masyarakat Jatim yang belum tahu pelaksanaan Pilkada Jatim 2018. Makanya, survei pilgub yang dilakukan oleh beberapa lembaga survei, dibawah 50 persen semua," ungkapnya.
Sementara itu, Menteri Sosial RI, Khofifah Indar Parawansa ternyata telah berkomunikasi dengan DPD Partai Demokrat Jawa Timur terkait pencalonan di Pilgub Jatim 2018. Hasilnya, perempuan yang juga Ketua Umum PP Muslimat NU itu akan mendaftarkan diri pada hari akhir pendaftaran, yakni 31 Juli 2017.










