Komunitas Gusdurian menyerahkan cinderamata berupa lukisan kepada Khofifah Indar Parawansa sebagai dukungan maju pilgub Jatim di Pendopo Kabupaten Sampang Madura. Tampak Plt Bupati Sampang Fadilah Budiono ikut menyaksikan dukungan dan penyerahan cindera mata tersebut. foto: istimewa
SAMPANG, BANGSAONLINE.com - Gelombang dukungan terhadap Khofifah Indar Parawansa untuk maju dalam pemilihan gubernur Jawa Timur makin membesar. Bahkan komunitas Gusdurian Madura secara terang-terangan meminta ketua umum PP Muslimat NU itu jadi calon gubernur Jawa Timur.
"Harapan besar kami yang akan memimpin Jatim ke depan adalah orang yang memiliki visi dan misi yang sama dengan Gus Dur, minimal anak ideologi Gus Dur," kata Ketua Gusdurian Madura, Ra Fudoli, Senin (19/6).
BACA JUGA:
- KPU Kabupaten Kediri Gelar FGD Evaluasi Pilkada 2024
- KPU Tetapkan Khofifah-Emil Jadi Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur Terpilih
- Tok! MK Tolak Gugatan Risma-Gus Hans, Khofifah-Emil : Ayo Bersatu Bangun Jawa Timur
- Syukuran Tim Pemenangan Jombang, Khofifah Minta Konsolidasi Berlanjut untuk Pembangunan Jatim
Dukungan terhadap Khofifah ini ditandai dengan cinderamata berupa lukisan bergambar "Bunda". Lukisan itu diserahkan Ra Fudoli usai Khofifah menyalurkan bansos Program Keluarga Harapan (PKH) nontunai di Pendopo Kabupaten Sampang, Minggu (18/6). Plt Bupati Sampang, Fadilah Budiono, ikut menyaksikan acara dukungan dan penyerahan cindera mata itu.
Menurut Ra Fudoli, dari sekian kader Nahdlatul Ulama (NU) yang muncul sebagai kandidat gubernur, hanya Khofifah yang merupakan anak ideologi Gus Dur. Ia juga percaya Khofifah bisa mengemban apa yang selama ini diperjuangkan Gus Dur.
"Sebagian orang menganggap yang bisa memperjuangkan ruh perjuangan Gus Dur bukanlah orang-orang politik. Anggapan itulah yang membuat kami merujuk ke Bunda Khofifah," tandasnya.
Bukankah para kiai di struktur PWNU Jatim terang-terangan mendukung Saifullah Yusuf (Gus Ipul)? Ra Fudoli tak mempersoalkan dan lebih melihat hal itu sebagai dinamika politik.
"Apa yg diusung Gus Dur salah satunya adalah pluralisme, bahwa sebenarnya NU tidak ke mana-mana tapi ada di mana-mana dan itu menjadi hak bagi setiap warga NU, termasuk berpolitik," katanya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




