“Mbah Sholeh ini merupakan murid dari Mbah Karimah yang semasa hidupnya sangat setia terhadap gurunya. Apa pun perintah gurunya, pasti akan ia laksanakan dengan sebaik-baiknya,” urai Mbah Surip, sapaan akrab Suripto, kepada Bangsaonline.com.
Kemudian, di sebelah selatan adalah sebuah bangunan musala. Musala yang dibangun dengan model bangunan modern ini bernama Musala Al Karimah, sesuai dengan nama Mbah Karimah. “Musala Al Karimah ini dibangun atas dasar keinginan para peziarah supaya tidak jauh-jauh mengerjakan salat saat waktu salat tiba,“ ungkapnya.
Musala yang berkapasitas sekitar 50 jamaah lebih ini juga sering dipakai oleh masyarakat setempat khususnya warga RT 05 untuk melakukan salat wajib berjamaah. Sedangkan anak-anak yang mengaji di areal makam itu berasal dari berbagai RT tapi masih dalam satu RW. ”Sedikitnya ada 50 anak yang rutin mengaji di areal makam Mbah Karimah ini,” tuturnya.
Makam Mbah Karimah mengalami renovasi sebanyak dua kali yakni pada tanggal 27 Februari 1978 serta tanggal 30 Maret 2002. Renovasi ini termasuk mempercantik areal makam, seperti pembangunan musala serta sarana MCK yang cukup memadai serta bersih.










