“Seniman Kota Mojokerto harus mampu berkreasi menciptakan lagu lokal. Misalnya musik keroncong. Kalau ada lagu jembatan merah, harusnya diciptakan juga lagu judulnya jembatan Rejoto,” serunya disambut tepuk tangan undangan dan peserta yang hadir.
Warga masyarakat Kota Mojokerto mulai awal tahun ini terus didorong oleh Wali Kota Mas’ud Yunus agar dapat berkreasi sesuai dengan bidangnya. Hal ini sejalan dengan semangat Wali Kota yang menjadikan tahun 2017 ini sebagai tahun kreasi, inovasi dan prestasi.
“Kalau perlu ada beberapa ragam musik dengan ciptaan lagu judulnya alun-alun Kota Mojokerto, pasar kliwon, taman benteng, ikan rengkik dan sebagainya. Sehingga dengan diciptakan lagu-lagu ini dapat menambah semangat pembangunan pariwisata dan nantinya dapat membawa dampak positif bagi pembangunan Kota Mojokerto,” terangnya.
Dipilihnya Pasar Kliwon sebagai venue grand final musik keroncong juga bukan tanpa alasan. Hal ini tak lain yaitu untuk menggerakkan ekonomi lokal warga yang berdagang di pasar legendaris ini.










