Senin, 20 Januari 2020 01:36

Mahasiswa STKIP Jombang Demo Kampus, SPP dan DPP Dinilai Terlalu Mahal

Kamis, 12 Januari 2017 16:30 WIB
Mahasiswa STKIP Jombang Demo Kampus, SPP dan DPP Dinilai Terlalu Mahal
Mahasiswa STKIP Jombang saat melakukan aksi unjuk rasa di depan kampusnya, Kamis (12/1). foto: RONY S/ BANGSAONLINE

JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Aksi demonstrasi dilakukan ratusan mahasiswa Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Jombang, Kamis (12/1). Aksi unjuk rasa di depan kampus ini dalam rangka menuntut biaya SPP (Sumbangan Penyelengaraan Pendidikan) dan DPP (Dana Pengembangan Pendidikan) diturunkan karena memberatkan bagi mahasiswa.

Dalam pantauan di lapangan, ratusan mahasiswa dari berbagai jurusan membentangkan spanduk dan poster yang berisi tuntutan. Di samping itu, satu per satu perwakilan melakukan orasi.

Di sela-sela orasi, beberapa kali lagu-lagu perjuangan dan nasionalisme dinyanyikan. "Kita meminta kepada pihak kampus untuk menurunkan biaya SPP dan DPP karena memberatkan kepada mahasiswa," ujar Koordinator aksi, Fajar saat berorasi.

Dari data yang dihimpun, Besaran SPP dan DPP yang harus dibayarkan oleh mahasiswa baru sejumlah Rp 3.800.000 dengan rincian Rp. 1.800.000 untuk SPP dan Rp. 2.000.000 untuk DPP, hal ini dirasakan sangat memberatkan bagi mahasiswa.

Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa juga mendesak pihak kampus memberlakukan manajemen yang transparan. "Jika tuntutan tidak dipenuhi, kami akan kembali menggelar aksi demonstrasi susulan," tandas Fajar.

Sementara itu, Humas STKIP Jombang, Firmansyah menyatakan, aksi yang dilakukan mahasiswa merupakan bentuk dari dinamika pendidikan yang ada di dalam kampus tersebut.

"Inti dari aksi kali ini adalah bahwa beban mahasiswa dirasa terlalu berat sehingga mereka menyampaikan aspirasi kepada pimpinan dengan cara unjuk rasa. Mereka meminta supaya ada penurunan biaya pendidikan terutama angkatan 2016 yang semula kisarannya di angka Rp 3 juta lebih diturunkan menjadi Rp 2 juta lebih," kata Firmansyah kepada awak media.

Ia berjanji akan berkoordinasi dengan pimpinan kampus untuk mempertimbangkan aspirasi dari mahasiswa dalam rentang waktu dua minggu.

"Yang perlu digarisbawahi adalah tidak ada kenaikan, angka tersebut sudah terpasang di brosur kampus. Dan sudah dilihat oleh para mahasiswa baru, bahwa biaya pendidikan di STKIP sesuai dengan yang tertera di dalam brosur," pungkasnya. (rom/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 01 Januari 2020 19:47 WIB
BLITAR, BANGSAONLINE.com - Wisata Edukasi Kampung Coklat di Kabupaten Blitar baru-baru ini telah menghadirkan spot instagramable bagi para pengunjung.Lokasi wisata yang terletak di Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar tersebut ...
Senin, 13 Januari 2020 16:17 WIB
Oleh: M Mas’ud AdnanKHM Yusuf Hasyim wafat pada 14 Januari 2007. Putra Hadratussyaikh KHM Hasyim Asy'ari itu selain dikenal sebagai tokoh NU dan komandan Laskar Hizbullah juga pengasuh Pesantren Tebuireng selama 41 tahun (1965-2006). Untuk mengenan...
Sabtu, 18 Januari 2020 12:20 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*79. Wamina allayli fatahajjad bihi naafilatan laka ‘asaa an yab’atsaka rabbuka maqaaman mahmuudaanDan pada sebagian malam, lakukanlah salat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhan...
Kamis, 16 Januari 2020 12:56 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...