Melalui Gerakan Memasyarakatkan makan Ikan (Gemarikan) ini, Susi berharap dapat menjadi penghela sistem bisnis perikanan sekaligus dapat menjadi solusi mewujudan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Khususnya pelaku utama sector kelautan dan perikanan, yakni nelayan, pembudidaya, pengolah, dan pemasar hasil perikanan.
“Kita tahu santri agent of change, kita harapkan Ponpes menjadi motor Gemarikan ini,” ujar Susi saat menyaksikan pemecahan rekor MURI tersebut. Disamping itu, ia berjanji akan memberikan bantuan ikan lele dengan budidaya sistem bioflok, dimana permeter persegi diharapkan bisa menghasilkan satu ton ikan.
“Kita harapkan setiap pesantren yang ada di jawa bagian tengah (jauh dari laut) mempunyai budidaya lele sistem bioflok. Supaya paling tidak bisa untuk kebutuhan makan santri setiap harinya. Tentunya kalau sudah bisa nanti di ekspor,” tandasnya.
Data dari Dirjen Penguatan Daya Saing Kementerian kelautan dan Perikanan, sepanjang tahun 2015 trend konsumsi ikan sejak pencanangan Gemarikan sebanyak 41,11 Kilogram per kapita. Sedangkan pada tahun 2016, konsumsi ikan masyarakat akan dirtingkatkan menjadi 43,88 kilogram per kapita per tahun










