Sementara itu, Sholeh, petugas dari PT Wijaya Karya (Wika) selaku penanggungjawab pemasangan balok grinder mengatakan, insiden ambruknya balok beton itu terjadi sekira pukul 08.00 WIB. Saat itu, para pekerja hendak melanjutkan pemasangan balok grinder ke 6 di bentang tengah jembatan.
"Pekerja mulai memasang dongkrak pada ujung balok bagian utara. Sedangkan ujung balok bagian selatan, masing tergantung pada rantai. Rencananya balok ke 6 itu akan kita tempatkan pada tumpuannya. Sedangkan 5 balok yang lainnya sudah terpasang," katanya.
Namun mendadak, sekira pukul 08.55 WIB, bagian tengah balok mendadak goyang terbalik ke bagian samping kanan dan menimpa grinder lain yang sudah terpasang sebelumnya. Hingga membuat 5 balok tersebut ikut terguling.
"Jadi mirip seperti efek domino. 6 balok itu semuanya tercebur ke sungai dan membuat bagian tulangnya retak sehingga tidak bisa digunakan. Maka ini akan kita ganti semuanya," terangnya.









