Jelang Demo Besar 9 November, Bupati Mojokerto Instruksikan Izin HO Pabrik Karet PT. BNM Dicabut

Persoalan lebih serius lagi, lanjut Mustofa, proses pengolahan karet di pabrik tersebut menimbulkan bau tak sedap menyerupai kotoran manusia. Bau busuk itu mengganggu warga desa Medali dan sekitarnya sehingga memicu demo skala besar yang menuntut pabrik ditutup.

"Fakta dari masyarakat HO harus kita tarik, mereka (PT BNM) harus stop produksi. Kalau ada gejolak di masyarakat, artinya ada masalah. Kalau ada masalah, secara teknis HO yang sudah kami berikan harus kami tarik, ini kita ngomong aturan," kata Mustofa.

Mustofa menjelaskan, pada 9 November nanti ribuan warga Desa Medali dan sekitarnya akan menggelar unjuk rasa ke PT BNM dan Pemkab Mojokerto. Demo warga itu akibat terganggu bau busuk yang selama delapan tahun terakhir dihasilkan oleh pabrik karet tersebut.

Oleh sebab itu, sebagai solusinya, pejabat yang akrab disapa MKP itu akan merelokasi PT BNM setelah izin HO dicabut. Izin HO yang dikantongi pihak perusahaan sendiri berakhir 9 Desember 2016. "Ini demonya makin lama makin gede, baunya dirasakan ke mana-mana. Relokasi banyak tempat kering di utara sungai yang jauh dari masyarakat, kalau di Medali dekat masyarakat," tandasnya.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: