Parade Surabaya Juang 2016, Risma: Kita Harus Bisa Teruskan Perjuangan Pahlawan

Wali kota mengingatkan, meski di era sekarang, warga Surabaya tidak akan mengangkat senjata atau melakukan perang gerilya seperti para pejuang di era kemerdekaan dulu, tetapi semangat perjuangan yang diusung harus tetap sama. Sebab, konteks perjuangannya sama, yakni mempertahankan kemerdekaan dan menjadi pemenang di negara/kota nya sendiri.

"Kita harus bisa buktikan bahwa kita adalah anak cucu dan cicitnya para pejuang. Kita harus punya semangat yang sama untuk mempertahankan kemerdekaan dengan bekerja keras dan pantang menyerah," sambung wali kota yang berhasil membawa Kota Surabaya meraih banyak prestasi membanggakan ini.

Agenda Parade Surabaya Juang tahun ini sedikit berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Perbedaan itu ada pada rute yang dilalui. Bila dulu dimulai dari kawasan Tugu Pahlawan menuju Taman Surya (depan Balai Kota Surabaya), untuk tahun ini finish di Taman Bungkul. Parade Surabaya Juang 2016 melalui rute Jalan Pahlawan - Jl Kramat Gantung - Siola - Jl Tunjungan - Jl Gubernur Suryo - Jl Panglima Sudirman - Jl Urip Sumoharjo - Jl Raya Darmo - Monumen Polri (Jl Polisi Istimewa - Sekolah Santa Maria (Jl Darmo - Taman Bungkul.

Menurut wali kota, penambahan rute Parade Surabaya Juang dikarenakan di sepanjang jalan tersebut, dulunya juga terjadi momen-momen penting sebagai bagian perjuangan arek-arek Suroboyo. "Seperti di kawasan patung kerapan sapi (Jalan Panglma Sudirman), itu dulu ada pertempuran tentara TRIP (Tentara Republik Indonesia Pelajar) melawan tentara kolonial," jelas bu wali.


Parade Surabaya Juang 2016, Risma: Kita Harus Bisa Teruskan Perjuangan Pahlawan - Halaman 2