Kenny, pemilik layang-layang itu mengatakan, setidaknya membutuhkan biaya setara Rp 60 juta rupiah untuk pembuatannya.
Meski demikian, dia mengaku senang bisa mengikutkan layang-layangnya dalam festival di Surabaya. "Saya senang bisa turut dalam festival ini. Layang-layang para peserta lain juga sangat bagus," katanya.
Final perlombaan layang-layang dalam festival ini akan digelar pagi ini, Minggu (24/7) di tempat yang sama. Rencananya Tri Rismaharini akan menghadiri acara ini dan menerbangkan layang-layang bersama peserta. "Besok kemungkinan temanya adalah habitat laut. Jadi akan lebih banyak peserta yang menampilkan layang-layang berbentuk ikan atau habitat laut lainnya," ujar Yos Ketua Panitia Festival.
Sementara dalam lomba yang memerebutkan total hadiah Rp43,5 juta ini, Kadek Armika salah satu peserta festival layang-layang dari Bali menerbangkan layang-layang yang terbuat dari daun bambu. Layang-layang itu berbentuk burung hantu. "Ini dari daun bambu semua. Batangnya juga dari bambu. Kelebihannya, dia lebih tahan air," katanya.










