"Awalnya saya hanya modal uang Rp 50 ribu. Sebagai promosi, saya hanya berikan gratis ke pengurus masjid yang mengadakan takbir keliling di desa ini," ujarnya.
Karena direspon positif oleh warga, akhirnya kakek tiga cucu itu meneruskan kerajinan tersebut. Hingga akhirnya dikenal banyak orang bahkan ke luar kota.
"Sekarang yang sudah terjual dan diambil pemesan ke sini (rumah, red) 300 biji," bebernya.
Lampion takbiran yang disediakan terbuat dari bambu yang didesain seperti Bintang dan Bulan. Dilapisi kertas warna-warni. Di dalamnya diisi lampu hias dengan baterai sebagai sumber energi. Ada berbagai karakter gambar di bagian kertas berwarna putih. Mulai dari Upin-ipin, Doraemon, sinchan, dan gambar lucu lainnya.










