Ledakan Dahsyat di San Antonio Pakuwon City Surabaya, Korban Luka Lima Orang, 41 Bangunan Rusak

SURABAYA, BANGSAONLINE.com-Ledakan dahsyat terjadi di kawasan San Antonio Pakuwon City Kecamatan Mulyorejo Surabaya, Selasa, 6 Oktober 2026. Ledakan yang mengagetkan warga itu diduga berasal dari kebocoran tabung gas atau LPG di Rumah Makan Nasi Tampong Sri Dewi. Sebanyak lima orang diduga menjadi korban dan 41 bangunan di kawasan tersebut rusak. 

“Semua dalam kondisi selamat dan mengalami luka bakar di sejumlah bagian tubuh, antara lain tangan dan kaki,” kata Ketua Tim Operasi Kedaruratan BPBD Kota Surabaya Arif Sunandar Pranoto Negoro di lokasi seperti dilansir SS Selasa 6 Oktober 2026.

Kawasan perumahan Cluster San Antonio di Pakuwon City Surabaya adalah salah satu kawasan perumahan dan komersial elite di Surabaya Timur.

Menurut Arif Sunandar, empat orang dibawa ke Rumah Sakit Haji Surabaya dan satu orang Rumah Sakit Mitra Keluarga Kenjeran untuk mendapatkan penanganan medis.

Ia jug mengungkapkan bahwa laporan kejadian diterima sekitar pukul 07.00 WIB. Tim dari pos terdekat di wilayah timur tiba di lokasi sekitar lima menit kemudian.

Menurut Arif, lima korban terdiri atas empat laki-laki dan satu perempuan dengan perkiraan usia 20-26 tahun.

Semula ledakan itu dikira bom karena bunyinya sangat dahsyat. Bahkan mengguncang puluhan ruko dan rumah di kawasan tersebu. Tapi Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan memastikan bahwa ledakan itu bukan akibat bom.

"Saat ini, kami bersama tim Jibom (Penjinak Bom) sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Hasilnya, sampai saat ini tidak ditemukan kandungan atau bahan peledak. Berdasarkan keterangan saksi-saksi, kemungkinan besar ledakan tersebut diduga kuat berasal dari kebocoran gas," tegas Kombes Pol Luthfie dilansir liputan6.com.

Menurut Kombes Pol Luthfie, dampak ledakan tersebut mengakibatkan 41 bangunan di sekitar lokasi mengalami kerusakan berat, sedang, maupun ringan.

Informasi senada disampaikan Kapolsek Mulyorejo Kompol Subadri. Menurut dia, berdasarkan keterangan awal dari karyawan tempat makan, ledakan bermula saat aktivitas memasak baru saja berlangsung. Saat itu, selang LPG mengalami kebocoran hingga alarm peringatan menyala.

“Karyawan tidak sempat melarikan diri sehingga mengalami luka bakar,” ujarnya.

Para karyawan itu menuturkan, kebocoran terus berlangsung hingga terjadi pembekuan pada LPG yang kemudian memicu ledakan.

Menurut Kompol Subadri, terdapat tiga tabung LPG di lokasi, terdiri atas dua tabung berkapasitas 50 kilogram dan satu tabung 12 kilogram. Ledakan diduga bermula dari satu tabung yang mengalami kebocoran, kemudian memicu dua tabung lainnya.