SURABAYA,BANGSAONLINE.com - Penulis Tere Liye menyoroti pengunduran diri massal lebih dari 4.000 calon Manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.
Tere Liye mengaku kecewa setelah mengetahui ribuan manajer memilih mengundurkan diri dari tugas yang telah mereka jalani.
Informasi mengenai lebih dari 4.000 manajer yang mengundurkan diri disebut berkaitan dengan ketidakcocokan lokasi penempatan.
Fenomena tersebut menjadi sorotan karena para calon manajer sebelumnya telah menjalani proses rekrutmen hingga mengikuti pelatihan semi-militer.
Menurut Tere Liye, rangkaian proses tersebut telah menghabiskan anggaran negara lebih dari Rp1 triliun.
Ia pun mempertanyakan keputusan para manajer yang memilih mengundurkan diri setelah mengikuti pelatihan yang menggunakan dana publik.
"Saya sih tidak ikhlas. Kalian manajer Kopdes telah dilatih dengan duit Rp1 triliun lebih, tiba-tiba kalian mundur? Gara-gara tidak cocok dengan penempatan?" tulis Tere Liye melalui unggahan di media sosial resminya.
Alumni Fakultas Ekonomi UI tersebut juga menyoroti keputusan pemerintah menghapus sanksi denda atau penalti bagi manajer yang mengundurkan diri.
Menurut Tere Liye, penghapusan sanksi tersebut berpotensi membuat anggaran negara kembali digunakan untuk proses rekrutmen dan pelatihan calon manajer baru.
Ia menilai dana pelatihan tersebut berasal dari masyarakat melalui pajak, bukan anggaran pribadi pejabat.
Karena itu, kemungkinan penggunaan kembali anggaran negara untuk melatih calon manajer baru menjadi sorotan Tere Liye.
Baca Juga: Pengamat Soroti Efektivitas Anggaran Jumbo, Suahasil Ditantang Benahi Anggaran MBG dan Kopdes Merah Putih
"Rp1 triliun itu duit kami para pembayar pajak, bukan duit pribadi pejabat. Dengan kalian mundur, lagi-lagi duit akan mengocor deras buat melatih calon manajer Kopdes lainnya. Besok-besok, makanya otak dipakai dikit sebelum melamar pekerjaan," cetusnya.
Kritik tersebut mencerminkan kekecewaan Tere Liye terhadap keputusan ribuan calon manajer yang mengundurkan diri setelah menjalani proses pelatihan dengan menggunakan anggaran negara.






