Imbas Antrean Pelabuhan Ketapang, Pertamina Siapkan Alternatif Distribusi BBM ke Jember

JEMBER,BANGSAONLINE.com - Pertamina Patra Niaga menyiapkan sejumlah skema distribusi alternatif untuk menjaga pasokan BBM ke Jember dan wilayah Tapal Kuda, di tengah kemacetan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi mengatakan, Pertamina terus memantau stok dan proses distribusi BBM secara berkala.

Pemantauan dilakukan untuk mengantisipasi gangguan distribusi akibat kepadatan lalu lintas menuju Pelabuhan Ketapang. Salah satunya, mengatur jadwal pengiriman dengan mempertimbangkan kondisi lalu lintas.

“Pertamina juga mengoptimalkan penggunaan mobil tangki dengan sistem multiproduk. Sehingga satu kendaraan dapat membawa beberapa jenis BBM untuk memenuhi kebutuhan sejumlah SPBU sekaligus,” katanya, Senin (28/9/2026).

Selain itu, Pertamina juga menyiapkan terminal penyangga sebagai jalur alternatif apabila distribusi dari Terminal Tanjung Wangi mengalami hambatan.

Fuel Terminal Malang dan integrasi terminal di Surabaya disiapkan untuk mendukung pengalihan pasokan menuju wilayah Tapal Kuda termasuk Jember, tanpa melewati Pelabuhan Ketapang.

“Pola serupa sebelumnya diterapkan ketika terjadi gangguan jalur distribusi akibat penutupan ruas Gumitir. Saat itu, pasokan bahkan dialihkan secara estafet melalui sejumlah terminal hingga menuju wilayah Jember,” katanya.

Di Jember, kata dia, penguatan pasokan dilakukan secara merata di 41 SPBU dengan mempertimbangkan karakteristik kebutuhan masing-masing lokasi.

Pertamina memprioritaskan pemenuhan BBM bersubsidi, namun penyaluran produk nonsubsidi juga tetap dilakukan. Ahad menyebut kebutuhan setiap SPBU berbeda.

SPBU di kawasan perkotaan, jalur lintas, maupun sekitar terminal dan stasiun memiliki pola permintaan yang tidak sama sehingga pengaturan distribusinya disesuaikan.

Pertamina juga berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan, kepolisian, ASDP, serta pihak terkait lainnya untuk memetakan potensi penumpukan kendaraan.

“Koordinasi tersebut menjadi dasar untuk mengalihkan pasokan atau memberikan prioritas bagi kendaraan tangki BBM ketika kondisi lalu lintas mengalami kepadatan,” tambahnya.

Ahad mengakui pengalihan distribusi melalui Malang dan Surabaya membutuhkan waktu tempuh lebih panjang dibandingkan jalur normal.

Karena itu, Pertamina terus memantau stok di SPBU dan menyesuaikan pengiriman berdasarkan perkembangan kebutuhan.

Masyarakat juga diminta tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan, karena khawatir terhadap antrean.

“Adanya antrean di SPBU tidak otomatis menunjukkan stok habis, karena kendaraan justru mengantre ketika BBM tersedia dan sedang dilakukan pengisian,” katanya.

Ahad juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membeli BBM dari pihak yang tidak resmi.

Pihaknya bersama aparat penegak hukum akan mengantisipasi praktik pembelian BBM bersubsidi untuk kemudian dijual kembali dengan harga tidak wajar, yang berpotensi memperpanjang antrean dan mengganggu masyarakat yang membutuhkan BBM untuk aktivitas sehari-hari.