PONOROGO,BANGSAONLINE.com - Petugas gabungan menyita sejumlah barang yang dinilai berpotensi membahayakan dari kamar warga binaan Rutan Kelas IIB Ponorogo, meski tidak menemukan narkoba dan handphone.
Kepala Rutan Kelas IIB Ponorogo M. Agung Nugroho mengatakan razia tersebut melibatkan sejumlah aparat penegak hukum (APH), yakni Kepolisian, TNI, serta Badan Narkotika Nasional (BNN) Trenggalek.
"Alhamdulillah semalam berjalan dengan lancar, kondusif dan aman. Kita bersama aparat penegak hukum dari Kepolisian, TNI dan BNN Trenggalek menyisir seluruh kamar hunian rutan," kata Agung.
Rutan Kelas IIB Ponorogo memiliki 23 kamar hunian. Namun, saat ini hanya 18 kamar yang digunakan untuk menampung warga binaan.
Agung mengatakan seluruh kamar yang dihuni warga binaan diperiksa secara menyeluruh. Hasilnya, petugas tidak menemukan barang terlarang berupa narkoba maupun telepon seluler.
Meski tidak menemukan barang terlarang tersebut, petugas mendapati sejumlah benda yang seharusnya tidak berada di dalam kamar hunian. Barang tersebut antara lain piring, gelas, sendok stainless, hingga paku.
"Barang-barang yang tidak seharusnya ada di dalam kamar seperti piring, gelas, paku dan lainnya kami sita untuk kemudian dimusnahkan," jelasnya.
Agung menjelaskan penggunaan peralatan makan bagi warga binaan telah diatur oleh pihak rutan.
Warga binaan masih diperbolehkan menggunakan sendok berbahan plastik, sedangkan sendok stainless dilarang karena berpotensi disalahgunakan.
"Kalau sendok, yang diperbolehkan itu sendok plastik. Kalau sendok stainless bisa disinyalir nanti digunakan untuk senjata tajam," ujarnya.
Ketentuan serupa diterapkan terhadap penggunaan piring di dalam kamar hunian. Menurut Agung, piring berbahan keras dapat dipecahkan dan pecahannya berpotensi digunakan sebagai benda berbahaya.
"Piring juga sama, bisa dipecah menjadi senjata. Berbahayanya di situ," imbuhnya.
Selain menggeledah kamar hunian, BNN Trenggalek bersama Satnarkoba Polres Ponorogo juga melakukan tes urine secara acak terhadap warga binaan dan petugas Rutan Ponorogo.
Dari 190 narapidana dan tahanan, sebanyak 22 orang mengikuti tes urine secara sampling. Sementara itu, pemeriksaan juga dilakukan terhadap 10 orang petugas rutan.
Dengan demikian, total 32 orang menjalani tes urine dalam kegiatan razia tersebut.
"Hasilnya semuanya menunjukkan negatif dari narkoba," tegas Agung.










