Khusnul Arif: Sampah di Kediri Berpotensi Jadi Energi Listrik

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Anggota DPRD Jatim dari NasDem, Khusnul Arif, menyebut timbulan sampah di Kota dan Kabupaten Kediri yang mencapai sekitar 850 ton per hari menyimpan potensi besar untuk diolah menjadi energi listrik.

Hal tersebut disampaikan saat sosialisasi infrastruktur persampahan bersama masyarakat di Kecamatan Ngasem, Minggu (20/9/2026). Menurut Khusnul, tidak semua sampah bisa langsung dijadikan bahan baku energi.

Pemilahan sejak rumah tangga maupun TPS menjadi penting sebelum masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Ia mencontohkan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik yang sudah berjalan di Benowo, Surabaya.

“Untuk diolah menjadi sumber listrik tentunya ada kriteria sampah tertentu. Jadi begitu sampai di TPA, ada pemilahan, ada pemrosesan,” ujarnya.

Khusnul menegaskan peluang kerja sama regional pengelolaan sampah di Kediri tetap terbuka, meski membutuhkan kajian teknis, pembiayaan, regulasi, dan mekanisme antardaerah.

Ia mengingatkan persoalan sampah tidak bisa hanya mengandalkan TPA karena keterbatasan lahan dan terus bertambahnya volume akibat pertumbuhan penduduk dan ekonomi.

Sebelumnya, rencana kerja sama regional pengelolaan sampah antara Pemprov Jatim, Pemkab, dan Pemkot Kediri sempat ditandatangani, namun tidak berlanjut karena dinamika fiskal daerah. Kendati demikian, peluang membangun kembali kerja sama dinilai masih ada.

“Peluang itu ada ketika daerah mengusulkan kepada provinsi untuk melakukan kerja sama regional terkait pengelolaan sampah,” katanya.

Khusnul menyebut timbulan sampah Kota Kediri sekitar 180 ton per hari dan Kabupaten Kediri sekitar 670 ton per hari. Angka tersebut masih perlu disesuaikan dengan persyaratan teknis program pengolahan sampah menjadi energi listrik.

Ia menekankan pentingnya regulasi pengurangan sampah, termasuk pembatasan plastik sekali pakai, serta edukasi masyarakat untuk memilah sampah sejak rumah.

“Sampah organik dapat diolah menjadi kompos, sementara material tertentu yang masih memiliki nilai ekonomi bisa dipilah untuk dimanfaatkan kembali atau didaur ulang,” pungkasnya. (uji/mar)