MADIUN,BANGSAONLINE.com - Riwayat penyakit jantung membuat Ade, peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dari segmen peserta mandiri, semakin menyadari pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.
Sebelumnya, menjaga kesehatan kerap dianggap dapat dilakukan kemudian. Mengatur pola makan, berolahraga, hingga menjalani pemeriksaan kesehatan sering kali ditunda selama tubuh belum menunjukkan keluhan.
Pengalaman tersebut membuat Ade mengubah kebiasaannya. Setelah memiliki riwayat penyakit jantung, ia mulai lebih memperhatikan makanan yang dikonsumsi, meningkatkan aktivitas fisik, serta rutin menjalani pemeriksaan kesehatan.
“Setelah punya riwayat penyakit jantung, saya jadi lebih sadar bahwa kesehatan itu memang harus dijaga. Kita tidak pernah tahu kapan membutuhkan pelayanan kesehatan. Karena itu, saya berusaha menjaga pola makan, lebih banyak bergerak, dan rutin melakukan pemeriksaan. Menjadi peserta JKN juga penting sekali bagi saya, karena memberikan rasa tenang ketika sewaktu-waktu membutuhkan pelayanan kesehatan,” ungkap Ade.
Pengalaman Ade menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan jantung sebaiknya dilakukan sebelum muncul keluhan.
Jantung bekerja tanpa henti setiap hari, sedangkan kebiasaan hidup seseorang turut memengaruhi kondisi kesehatan dalam jangka panjang.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Madiun Wahyu Dyah Puspitasari mengingatkan masyarakat agar lebih memperhatikan kesehatan jantung.
Penyakit jantung merupakan salah satu kondisi yang membutuhkan perhatian serius dan termasuk dalam daftar penyakit berbiaya tinggi yang dijamin melalui Program JKN.
“Menjaga kesehatan jantung tidak harus dimulai dari hal yang sulit. Justru kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi investasi kesehatan untuk jangka panjang. Karena itu, kami mengajak peserta dan keluarga untuk mulai membiasakan pola hidup sehat sejak sekarang,” jelas Ita, Selasa (15/9/2026) di Madiun.
Salah satu kebiasaan yang dapat diterapkan ialah menjaga tubuh tetap aktif melalui Gerak 335, yakni berolahraga secara rutin sesuai kemampuan tubuh.
Aktivitas fisik tidak harus berupa olahraga berat. Hal terpenting ialah dilakukan secara rutin dan disesuaikan dengan kondisi masing-masing.
Kebiasaan tersebut dapat membantu menjaga kebugaran sekaligus menekan berbagai faktor risiko penyakit tidak menular.
Selain aktivitas fisik, pola makan sehari-hari juga perlu diperhatikan. Peserta JKN dan keluarga dapat membatasi konsumsi gula, garam, serta lemak secara berlebihan.
Memilih makanan sehat dengan porsi seimbang juga dapat diterapkan sebagai kebiasaan sehari-hari untuk menjaga kondisi tubuh.
Kesehatan mental juga menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan secara menyeluruh. Pengelolaan stres, waktu istirahat yang cukup, serta keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi atau work-life balance perlu diperhatikan.
Upaya menjaga kesehatan juga dapat dilakukan dengan mengenali kondisi tubuh. Salah satunya melalui Skrining Riwayat Kesehatan yang tersedia bagi peserta JKN.
Melalui skrining tersebut, peserta dapat mengetahui risiko terhadap penyakit kronis, termasuk penyakit jantung dan sejumlah penyakit tidak menular lainnya.
“Skrining Riwayat Kesehatan hanya membutuhkan waktu sekitar 5–10 menit, tetapi informasi yang diperoleh dapat menjadi langkah awal untuk mengenali kondisi kesehatan lebih dini. Semakin cepat risiko diketahui, semakin cepat pula langkah pencegahan dan penanganan dapat dilakukan,” tambah Ita.
Skrining Riwayat Kesehatan dapat dilakukan melalui Aplikasi Mobile JKN, PANDAWA, maupun dengan mendatangi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).
Bagi peserta, skrining tidak sekadar menjadi proses menjawab pertanyaan mengenai kondisi kesehatan. Informasi yang diperoleh dapat menjadi bahan evaluasi untuk lebih memperhatikan kebiasaan sehari-hari dan melakukan langkah pencegahan apabila ditemukan faktor risiko.
Peserta JKN juga diimbau memastikan status kepesertaannya tetap aktif. Dengan status kepesertaan yang aktif, peserta dapat memperoleh akses pemeriksaan maupun pelayanan kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku ketika sewaktu-waktu membutuhkannya. (*)










