Salah Satu Pendiri P4TM Sebut Industri Rokok Lokal Angkat Harga Tembakau Madura

BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Salah satu pendiri Paguyuban Pelopor Petani dan Pedagang Tembakau se-Madura (P4TM), K.H. M. Syafik Rofi'i, menilai tumbuhnya industri rokok lokal telah mengubah posisi tembakau Madura.

Menurut dia, komoditas tersebut tidak lagi sekadar hasil pertanian, tetapi mulai membentuk ekosistem ekonomi dari hulu hingga hilir.

“Dengan adanya P4TM, petani tidak hanya menjadi petani tembakau. Setelah panen masih ada aktivitas ekonomi lainnya. Tembakau mulai menjadi ekosistem ekonomi masyarakat Madura,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (17/9/2026).

Ia menyebut harga tembakau setelah terbentuknya P4TM yang dipimpin H. Hairul Umam alias Haji Her bisa mencapai Rp50-70 ribu per kg, dibanding sebelumnya sekitar Rp30 ribu. Karena itu, Syafik mendorong pengembangan industri rokok lokal di Sumenep, Pamekasan, Sampang, dan Bangkalan.

Ia menekankan pemerintah tidak cukup hanya melakukan penindakan terhadap rokok non-cukai, tetapi juga perlu memberi edukasi terkait perizinan, cukai, dan tata cara usaha.

“Jangan hanya penindakan. Masyarakat harus dibina agar naik kelas, dari hulu sampai hilir,” katanya.

Syafik berharap, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai memberikan pembinaan serta perlindungan adil bagi industri lokal.

“Jangan sampai penertiban tajam ke bawah, tumpul ke atas. UMKM rokok Madura juga menyerap banyak tenaga kerja, termasuk masyarakat lanjut usia,” ucapnya.

Menanggapi pemberitaan Tempo, Syafik meminta media tetap mengedepankan prinsip keberimbangan. Ia menilai konfirmasi harus dilakukan secara serius, bukan sekadar mencantumkan pihak yang dihubungi.

“Selevel Tempo seharusnya mendapatkan informasi langsung dari H. Her. Berita harus berimbang, tidak tendensius dan berdasarkan konfirmasi yang kuat,” tuturnya.

Ia menegaskan, kritik terhadap industri rokok tetap penting, namun harus ditempatkan dalam konteks luas karena di balik tembakau terdapat petani, pedagang, UMKM, dan tenaga kerja yang menopang ekonomi masyarakat Madura. (uzi/mar)