JAKARTA,BANGSAONLINE.com - Pengamat politik Adi Prayitno menilai pencopotan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjadi sinyal akan adanya reshuffle kabinet berikutnya menjelang tahun politik 2027.
"Bagi saya, reshuffle yang terjadi pada hari ini kepada Purbaya yang sebelumnya adalah Menteri Keuangan, ini menjadi sinyalemen bahwa di kemudian hari ini pasti akan ada reshuffle-reshuffle selanjutnya," ujar Adi dalam kanal YouTube Adi Prayitno Official, dikutip Selasa (15/9/2026).
Menurut Adi, reshuffle pada dua tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto bukan semata-mata berkaitan dengan kinerja, tetapi juga dapat dipengaruhi faktor loyalitas terhadap kekuasaan.
"Tentu bukan hanya alasan kinerja, saya menduga reshuffle di masa-masa yang akan datang, karena akan segera memasuki tahun politik awal tahun 2027 misalnya, atau kita akan memasuki 2 tahun pemerintahan Pak Prabowo. Reshuffle juga akan terjadi bagi mereka menteri-menteri yang berasal dari partai politik yang loyalitas dan militansinya terhadap kekuasaan dan dukungannya yang dianggap setengah hati, pasti akan menjadi catatan penting yang tinggal nunggu waktu menterinya akan diganti," jelasnya.
Ia menilai menteri dari partai politik yang dukungannya dianggap tidak penuh terhadap pemerintah berpotensi terkena reshuffle.
"Apakah dukungannya penuh? Insyaallah mungkin maka menterinya akan aman. Tapi ingat, kalau loyalitas dukungannya terhadap kekuasaan hari ini cuman setengah hati, tidak total 100%, rasa-rasanya tinggal nunggu waktu menterinya akan diganti," ujarnya.
Adi menambahkan, alasan normatif seperti kinerja memang selalu menjadi pertimbangan yang disampaikan kepada publik.
Namun, dalam praktik politik Indonesia, faktor loyalitas, soliditas, dan dukungan terhadap pemerintah juga kerap menjadi variabel penentu.
"Saya termasuk yang meyakini bahwa soal loyalitas menjadi salah satu faktor variabel yang di kemudian hari akan menjadi faktor determinan kenapa sang menteri, khususnya dari partai politik, itu diganti dan dicopot," ujarnya. (van)










