JAKARTA,BANGSAONLINE.com - Pengamat politik Hendri Satrio alias Hensa menilai langkah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meminta maaf langsung kepada korban keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki muatan strategi politik.
Hensa menyebut langkah tersebut sebagai strategi yang dipelajari Gibran dari ayahnya, Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Menurut dia, pendekatan serupa tidak dilakukan Presiden Prabowo Subianto.
"Gibran minta maaf langsung ke korban keracunan MBG tu aksi politik strategis, belajar dia dari bapaknya. 2 hal ini yang gak dilakukan Prabowo," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Minggu (13/9/2026).
Sebelumnya, Gibran menyampaikan permohonan maaf saat menjenguk korban yang menjalani perawatan di RS Efarina Etaham dan RSU Amanda Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Jumat (11/9/2026). Dalam kunjungan tersebut, Gibran didampingi Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution.
"Atas nama pemerintah saya mohon maaf yang sebesar-besarnya," ucapnya di hadapan keluarga korban.
Gibran juga membawa dokter pribadinya untuk mengobservasi kondisi para siswa yang mengalami dampak serius, seperti gangguan saraf, halusinasi, hingga gagal ginjal. Dokter tersebut diminta tinggal sementara di Karo untuk memantau perkembangan kondisi medis para korban.










