Ringkasan Berita
- FKUB Gresik telah mengantisipasi potensi intoleransi beragama di sekolah dengan intens melakukan sosialisasi pendidikan toleransi dan moderasi beragama kepada guru dan siswa di semua tingkatan.
- Salah satu upaya FKUB adalah turun langsung menjadi pembina upacara dan bimbingan di kelas-kelas pada waktu tertentu, meskipun belum bisa menjangkau seluruh lembaga pendidikan.
- FKUB juga mengadakan lomba vlog moderasi beragama sebagai pemantik untuk mempercepat penyadaran arti keberagamaan dan menghapus perundungan, pengucilan, serta diskriminasi antarpemeluk agama di dunia pendidikan.
- Respon ini muncul setelah adanya laporan keluarga siswa SMP Negeri Gresik ke YLBH FT terkait tindakan bullying di sekolah, yang diakui oleh anggota FKUB, KH. Abdul Muis Zuhri.
GRESIK, BANGSAONLINE.com – Anggota Forum Kerukunan Antar Umat Beragama (FKUB) Gresik, KH. Abdul Muis Zuhri, merespons adanya keluarga siswa di salah satu sekolah SMP Negeri Gresik yang melapor ke YLBH FT atas tindakan bullying di sekolah.
Kiai Muis, sapaannya, tak menampik adanya kejadian itu. Sebagai anggota FKUB, ia menyampaikan bahwa FKUB telah melakukan langkah pencegahan adanya tindakan intoleransi beragama di lembaga pendidikan.
“Betul, Pak, itu yang telah kami antisipasi terjadinya intoleransi di sekolah di semua tingkatan,” ujar Kiai Muis kepada BANGSAONLINE.com, Sabtu (12/9/2026).
Menurutnya, FKUB saat ini banyak konsentrasi melakukan tindakan mitigasi terjadinya tindakan intoleransi beragama di sekolah dengan intens melakukan sosialisasi baik kepada guru maupun siswa.
“Saat ini, konsentrasi FKUB Gresik banyak-banyak melakukan sosialisasi pendidikan toleransi dalam moderasi beragama di sekolah di semua tingkatan,” tandasnya.
Mantan Ketua DPD LDII Gresik ini mengakui ikhtiar yang dilakukan FKUB Gresik untuk mencegah tindakan intoleransi beragama di lembaga pendidikan belum bisa menjangkau secara keseluruhan.
“Tetapi setidaknya kami telah memulai gerakan itu, antara lain dengan menjadi pembina upacara bimbingan di kelas-kelas dalam waktu-waktu tertentu,” ungkap Kiai Muis.
Disinggung soal lomba vlog moderasi beragama yang dilakukan FKUB baru-baru ini, Kiai Muis menjelaskan bahwa lomba tersebut diadakan FKUB dengan harapan bisa menjadi pemantik percepatan penyadaran arti keberagamaan.
“Dengan lomba tersbut harapan kami tidak ada lagi perundungan, pengucilan diskriminasi antarpemeluk agama di dunia pendidikan,” pungkasnya. (hud/msn)










