JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menghadiri penandatanganan akad kredit massal Bank Jakarta bagi 100 pedagang Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (1/9/2026).
Program pembiayaan menggunakan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Non-KUR dengan plafon pinjaman hingga Rp500 juta. Rano menegaskan akses permodalan penting bagi pedagang untuk menjaga keberlangsungan usaha.
“Hari ini kita memperluas akses pembiayaan bagi pedagang pasar induk di Kramat Jati. Ini penting sekali, karena pedagang membutuhkan kepastian modal kerja,” ujarnya.
Ia optimistis dukungan dana ini akan meningkatkan kapasitas UMKM sehingga mampu mengembangkan usaha dan kesejahteraan. Rano mengapresiasi kolaborasi Bank Jakarta dengan Perumda Pasar Jaya yang dinilainya konkret mendukung ekonomi kerakyatan.
Selain 100 pedagang yang mengikuti akad kredit massal, Bank Jakarta telah menyalurkan pembiayaan kepada 167 pedagang dengan total Rp48 miliar. Rano berharap, kegiatan ini menarik minat lebih banyak pelaku usaha untuk memanfaatkan program pembiayaan.
Kendati demikian, ia mengingatkan pentingnya literasi keuangan agar UMKM mampu mengelola usaha secara sehat.
“Pasti akan ada dialog antara pihak bank dengan pedagang untuk saling membantu manajemen agar usaha lebih berkembang. Mudah-mudahan program ini bisa kita kembangkan di pasar-pasar lain,” katanya.
Sementara itu, Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo menambahkan, program ini bukan sekadar penyaluran kredit, tetapi bagian dari upaya membangun akses keuangan yang lebih luas.
“Kami tidak ingin pedagang yang sibuk mencari bank. Bank Jakarta yang harus semakin dekat dan hadir di tengah-tengah pedagang,” ucapnya.
Ia menjelaskan, program KUR tidak memerlukan jaminan dengan plafon hingga Rp100 juta, sedangkan Non-KUR memungkinkan pedagang menjadikan lapak dagang sebagai jaminan dengan plafon hingga Rp500 juta dan bunga sekitar 10 persen per tahun.
“Keberhasilan sesungguhnya adalah ketika pembiayaan membuat usaha pedagang berkembang, omzet bertambah, lapangan kerja tercipta, dan semakin banyak UMKM Jakarta naik kelas,” paparnya. (rom)










