JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Aktivitas perdagangan di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, tidak hanya menggerakkan distribusi kebutuhan pokok, tetapi juga membuka peluang bagi pedagang untuk mengembangkan usaha melalui dukungan modal dari Program Pembiayaan Pedagang Pasar Bank Jakarta.
Rosmani Sitohang, pedagang bawang merah, mengaku merasakan manfaat langsung dari program tersebut. Ia memperoleh pembiayaan sebesar Rp108 juta yang digunakan untuk memperbesar perputaran usaha.
“Program pembiayaan pedagang pasar ini sangat membantu untuk mengembangkan usaha saya. Keuntungannya sekarang bisa sampai empat kali lipat,” ujarnya, Selasa (1/9/2026).
Manfaat serupa dirasakan Ika Tiara, pedagang sembako, yang telah beberapa kali mendapatkan fasilitas pembiayaan. Ia menerima Rp500 juta pada tahap sebelumnya dan Rp400 juta pada pembiayaan terakhir.
Dana tersebut sebagian digunakan untuk membayar sewa kios selama 20 tahun. Ika menyatakan, “Manfaatnya besar banget bagi pedagang untuk mengembangkan usaha.”
Disampaikan pula olehnya bahwa kepastian tempat berdagang memberi ruang lebih fokus dalam mengembangkan usaha sembako. Dukungan modal dari Bank Jakarta disebutnya mendorong peningkatan skala usaha secara signifikan.
“Usaha saya terus meningkat setelah mendapatkan pembiayaan dari Bank Jakarta,” katanya.
Dalam kegiatan akad massal, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menyaksikan langsung penandatanganan akad kredit bagi 100 pedagang. Program pembiayaan menggunakan skema KUR dan Non-KUR dengan plafon hingga Rp500 juta.
“Hari ini kita memperluas akses pembiayaan bagi pedagang pasar induk di Kramat Jati ini. Ini penting sekali, karena pedagang membutuhkan kepastian modal kerja,” ucapnya.
Ia optimistis dukungan dana permodalan akan meningkatkan kapasitas UMKM dan kesejahteraan pedagang. Rano mengapresiasi kolaborasi Bank Jakarta dengan Perumda Pasar Jaya yang dinilainya konkret mendukung ekonomi kerakyatan.
Hingga kini, Bank Jakarta telah menyalurkan pembiayaan kepada 167 pedagang dengan total Rp48 miliar. Kendati demikian, Wakil Gubernur DKI Jakarta mengingatkan pentingnya literasi keuangan agar pedagang mampu mengelola usaha secara sehat.
“Pasti akan ada dialog antara pihak bank dengan pedagang untuk saling membantu manajemen agar usaha lebih berkembang. Mudah-mudahan program ini bisa kita kembangkan di pasar-pasar yang lain,” pungkasnya. (rom)










