Selain Gelora Daha Jayati, Bupati Kediri Juga Rehab Stadion Canda Bhirawa di Pare

Ringkasan Berita
  • Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana melakukan rehabilitasi Stadion Canda Bhirawa di Pare dengan fokus utama perbaikan jogging track dan pembangunan saluran drainase untuk mencegah genangan air.
  • Proyek rehab Stadion Canda Bhirawa telah menang tender dengan nilai Rp2,4 miliar, dimulai 24 Agustus 2026 dan ditargetkan selesai 7 Desember 2026.
  • Pembangunan Gelora Daha Jayati di Desa Bulusari, Tarokan, saat ini memasuki tahap ke-3 yang fokus pada pemasangan rangka dan atap.
  • Rehabilitasi ini bertujuan meningkatkan representasi fasilitas olahraga untuk pembinaan atlet dan aktivitas masyarakat, menjadikan Canda Bhirawa sebagai pusat olahraga warga Pare.

KEDIRI, BANGSAONLINE.comBupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, terus berkomitmen dalam meningkatkan sarana olahraga di Kabupaten Kediri. Di Tahun ini, Mas Dhito tidak hanya melanjutkan pembangunan Gelora Daha Jayati (GDJ), tapi juga melakukan rehabilitas Stadion Canda Bhirawa di Kecamatan Pare.

“Tahun ini selain melanjutkan pembangunan Stadion Gelora Daha Jayati, kita juga melakukan rehab Stadion Canda Bhirawa,” kata Mas Dhito, Jumat (28/8/2026).

Di Stadion Canda Bhirawa, Mas Dhito fokus melakukan rehab di area jogging track. Ia berharap, stadion Canda Bhirawa nantinya bisa menjadi pusat kegiatan olahraga masyarakat di Kecamatan Pare.

Proyek rehabilitasi jogging track di Stadion Canda Bhirawa Pare, lanjutnya, telah melalui proses tender dengan nilai kontrak Rp2,4 miliar. Sesuai kontrak, pekerjaan dimulai 24 Agustus dan ditargetkan rampung pada 7 Desember 2026.

“Dengan kegiatan rehab ini, kita berharap fasilitas olahraga di Kabupaten Kediri menjadi semakin representatif, baik untuk kegiatan pembinaan atlet, maupun kegiatan olahraga masyarakat,” tandasnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Kediri, Irwan Chandra Wahyu Purnama menambahkan, selain jogging track, tepi lapangan Stadion Canda Bhirawa juga akan dibangun saluran drainase keliling (U Ditch).

“Supaya tidak terjadi genangan saat musim hujan, kita buatkan saluran keliling untuk pembuangan air,” tambahnya.

Sementara itu, pembangunan Stadion GDJ yang berlokasi di Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan pada tahun 2026 ini telah memasuki tahap ke-3. Pada tahap ini, pekerjaan fokus pada pemasangan konstruksi rangka dan penutup atap. (uji/msn)