Bupati Kediri Dorong Gerakan Zero ATS Lewat Home Visit

Ringkasan Berita
  • Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menegaskan komitmen untuk memastikan seluruh anak di wilayahnya memperoleh akses pendidikan yang layak.
  • Strategi penekanan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) mencakup home visit langsung dan gerakan '1 GTK 1 ATS', di mana satu guru atau tenaga kependidikan mendampingi satu anak tidak sekolah.
  • Data awal menunjukkan 11.181 anak tidak sekolah berhasil ditekan menjadi 5.725 anak setelah 6 bulan gerakan ini berjalan dengan melibatkan sekitar 750 visitor.
  • Pemerintah Kabupaten Kediri menargetkan penurunan ATS hingga 70-80% pada akhir tahun 2026 dengan tujuan jangka panjang mencapai kondisi Zero ATS (tidak ada anak putus sekolah).
  • Penanganan ATS tidak hanya fokus pada pendidikan, tetapi juga menyangkut kondisi sosial-ekonomi keluarga, sehingga memerlukan kolaborasi berbagai pihak.

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, menegaskan komitmen memastikan seluruh anak di Bumi Panjalu memperoleh akses pendidikan yang layak.

Berbagai strategi dilakukan untuk menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS), termasuk penjangkauan langsung melalui home visit dan gerakan 1 GTK 1 ATS, yakni satu guru atau tenaga kependidikan mendampingi satu anak tidak sekolah.

Sekdakab Kediri, M. Solikin, menyampaikan pendidikan merupakan hak dasar setiap anak yang harus dipenuhi bersama. 

“Kita harus memastikan anak-anak di Kabupaten Kediri mendapatkan hak untuk tumbuh, berkembang dan memperoleh pendidikan,” ujarnya dalam Pengumuman dan Awarding Home Visit ATS Award 2026 di Gedung Bagawanta Bhari pada Rabu (26/8/2026).

Ia menekankan persoalan ATS tidak hanya terkait pendidikan, tetapi juga kondisi sosial dan ekonomi keluarga. Karena itu, Pemkab Kediri mendorong penanganan dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai pihak.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kediri, M. Muhsin, menambahkan gerakan ini telah berjalan 6 bulan dengan melibatkan sekitar 750 visitor. Dari data awal 11.181 anak tidak sekolah, jumlahnya berhasil ditekan menjadi 5.725 anak.

“Capaian ini akan terus kita tindak lanjuti melalui visitasi dan penjangkauan hingga akhir tahun,” katanya.

Disdik Kabupaten Kediri menargetkan jumlah ATS dapat ditekan hingga 70-80 persen pada akhir tahun. Dalam jangka panjang, Pemkab Kediri menargetkan kondisi Zero ATS atau tidak ada lagi anak yang putus dari akses pendidikan. (uji/mar)